(Oleh : Gregoriana Putri Tafoki Syamsudin, S.I.P.)
AtlasNews. ID – Pertanian merupakan salah satu aspek kemakmuran suatu negara dan tonggak peradaban dalam menentukan kelangsungan hidup dari generasi ke generasi suatu bangsa. Tidak hanya itu Pertanian juga menjadi tulang punggung ekonomi dan fondasi ketahanan pangan.
Faktanya sektor pertanian dalam perekonomian yang ada di NTT masih belum dikelola secara maksimal, hal ini dibuktikan dengan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) produktivitas pertanian di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara maju lainnya.
Sektor pertanian yang menjadi leading sector perekonomian di NTT memberikan kontribusi sebesar 29,60% dengan subsektor kontribusi terbesar dari Peternakan yaitu 10,54%, tanaman pangan 7,53%, dan perikanan 6,19%.
Topografi di NTT menyebabkan Petani sulit untuk mengelola lahan pertanian karena kondisi lahan pertanian di NTT hampir 80% didominasi oleh lahan kering. Karena adanya keterbatasan pengetahuan dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola lahan kering, menyebabkan sebagian petani yang ada di NTT beralih menjadi petani hortikultura untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
Hal ini dibuktikan dengan adanya pekerja di sektor pertanian adalah lulusan SD ke bawah berjumlah 66,76%, dengan persentase petani milenial berusia 15-24 tahun 14,91% dan 25-34 tahun 18,80%.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















