” Kalau pembahasan anggaran, dimana lebih dan dimana kurangnya itu Pemerintah dan DPRD lebih tahu, kita tidak boleh ribut,” tegasnya.
Lebih lanjut Anis Mase menyoroti posisi legislatif dan eksekutif merupakan mitra kerja dalam membangun daerah, jika ada hal yang patut diperbaiki harus melalui mekanisme lembaga tanpa harus terekspos melalui media massa yang dapat memantik reaksi masyarakat.
Bagi Anis Mase, tidak semua hal dapat disampaikan secara terbuka kepada publik. Ia menyayangkan sikap tersebut yang dapat menjadikan rakyat sebagai korban atas semua kekisruhan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita mitra, atau orang Kupang bilang Bakawan, atau kawan sekerja, untuk apa hal yang tidak perlu diekpos kita sampaikan. Mestinya ada ruang, satu meja, kita duduk dan berbicara. Kalau DPRD merasa memiliki kewenangan untuk mengawasi pemerintah maka sediakan ruang untuk duduk bersama,” jelasnya.
“Pak Yos dalam hal ini bukan datang dari Belanda, Pak Yos ini lahir dari lembaga DPRD, demikian juga Pak Yos tahu tentang lembaga DPRD,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Anis Mase sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang menilai saat ini beberapa pihak ingin menampil sikap ego yang depan bakal menjadi penghambat kemajuan daerah.
“Saya lihat kita masih pertahankan sikap ego kita, kalau begitu jangan mimpi daerah ini maju, saya mau bilang, kalau rasa memiliki Kabupaten ini hilangkan ego itu. Pak Yos ini manusia, dia bukan malaikat, jika ada salah mari kita duduk bersama dan saling mengingatkan,” kata Anis Mase.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















