Gempuran bertubi-tubi Kuanheun akhirnya membuahkan hasil di penghujung babak pertama. Memanfaatkan pergerakan lincah dari sektor winger, pemain bernomor punggung 16, Imanuel Pollin, sukses menjaringkan bola ke gawang Manulai 1 pada menit ke-17. Gol tersebut mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus menutup keunggulan Tim U17 Kuanheun hingga turun minum.
Babak Kedua: Kebangkitan Manulai 1 dan Brace Yanuar Lona
Memasuki babak kedua, Manulai 1 yang tertinggal satu gol langsung merespons. Sang pelatih melakukan penyegaran strategi dengan memasukkan beberapa pemain baru guna mengejar ketertinggalan. Perubahan ini terbukti efektif dan membuat permainan Manulai 1 jauh lebih hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua tim kembali menyuguhkan permainan apik dengan intensitas tinggi. Sengitnya tensi pertandingan di paruh kedua ini pun memaksa wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning untuk kedua belah pihak akibat pelanggaran keras yang terjadi di lapangan.
Angin segar bagi Manulai 1 akhirnya berembus pada menit ke-17 babak kedua. Melalui skema serangan yang rapi, Yanuar Lona melepaskan sepakan keras yang tak mampu dibendung oleh kiper Kuanheun. Skor pun berubah imbang menjadi 1-1.
Enggan meraih hasil seri, momentum ini dimanfaatkan Manulai 1 untuk terus menggempur pertahanan Kuanheun. Petaka bagi Kuanheun datang di menit ke-19 babak kedua setelah pelanggaran di area pertahanan berbuah hukuman tendangan bebas bagi Manulai 1.
Yanuar Lona yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Tendangan bebas kerasnya kembali menghujam deras ke dalam gawang Kuanheun, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan Manulai 1.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















