JAKARTA, ATN – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya sebagai pilar utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Memasuki usia lebih dari satu dekade, program ini dinilai sukses memperluas akses layanan kesehatan berkualitas dengan tata kelola yang akuntabel serta kondisi keuangan yang sehat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam agenda Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Pujo.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencakup 282,7 juta jiwa atau setara dengan 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.
Seiring melonjaknya angka kepesertaan, pemanfaatan layanan kesehatan juga meningkat tajam, mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan sepanjang tahun 2025 (sekitar 1,9 juta pemanfaatan per hari).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















