“Reorganisasi kelembagaan berdampak pada berkurangnya unit operasional kami, sehingga terjadi kelebihan kendaraan dinas. Daripada mempertahankan aset yang membebankan penilain efisiensi, kami menempuh mekanisme hibah. Ini adalah takdir baik agar aset-aset ini dapat melanjutkan fungsinya dan jauh lebih bermanfaat untuk pelayanan masyarakat di Kabupaten Kupang,” urai Dini.
Solusi Mobilitas Wilayah 3T dan Tantangan Geografis
Menanggapi penerimaan hibah BMN tersebut, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada segenap jajaran Kementerian Keuangan RI atas perhatian besar terhadap Kabupaten Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai salah satu wilayah yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dukungan armada operasional serta perlengkapan medis sangat vital untuk menjangkau kawasan pelosok.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Wilayah Kabupaten Kupang ini sangat luas dengan bentang antar-kecamatan mencapai 1.000 km². Bantuan kendaraan operasional ini menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas kami dalam menggerakkan roda pelayanan publik secara cepat,” tegas Bupati Yosef Lede.
Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak membuat jajarannya berkecil hati. Pendekatan komunikasi yang efektif, proaktif, dan transparan terus dibangun bersama pemerintah pusat untuk menembus keterbatasan fiskal daerah.
Jajaki Peluang Bantuan Operasional Transportasi Laut
Tidak berhenti pada armada darat, dalam kesempatan diskusi tersebut Bupati Yosef Lede turut menyuarakan kondisi topografi ekstrem Kabupaten Kupang yang sering kali mengalami isolasi wilayah akibat bencana alam, seperti jalan putus atau tanah longsor.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















