Kapolri mengungkapkan bahwa strategi rekayasa lalu lintas seperti one way nasional dan contra flow berhasil mempercepat waktu tempuh pemudik.
“Alhamdulillah dari rekayasa yang dilakukan, kami mendapatkan laporan dari sisi kelancaran terjadi peningkatan dibanding 2024, yaitu untuk arus mudik selama 5 jam 46 menit dan untuk arus balik 5 jam 6 menit”, ungkapnya.
Kapolri juga menyampaikan penurunan signifikan angka kecelakaan berkat antisipasi yang matang dari semua pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas kerja keras seluruh rekan-rekan dengan berbagai macam alternatif dan rekayasa, dari sisi jumlah masyarakat yang mengalami kecelakaan, dan fatalitasnya turun hingga 47%. Sementara untuk di seluruh jalur di Jawa Barat, termasuk di jalur arteri, turun 64 persen. Ini artinya masyarakat melaksanakan mudik dan balik tahun ini dengan lebih aman dan lancar”, ujarnya.
Menteri Perhubungan Perhubungan Dudy Purwagandhi turut mengapresiasi kolaborasi lintas instansi selama periode Angkutan Lebaran dan Operasi Ketupat 2025 yang disiapkan dan direncanakan dengan sangat baik untuk mengantisipasi segala sesuatu yang terkait arus mudik dan balik.
Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya
kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Yang paling menggembirakan pada saat ini adalah saya melihat tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas cukup baik, sehingga turunnya jumlah kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan. Kami mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya para pemudik untuk selalu mematuhi aturan dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh petugas”, ujarnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















