Tim pendamping kemudian melakukan verifikasi faktual di lapangan. Kriteria utama mencakup kondisi fisik rumah yang memprihatinkan, seperti beratap daun, berdinding bebak (pelepah gewang), dan berlantaikan tanah.
Namun, Thomas tidak menampik adanya dinamika di masyarakat selama proses verifikasi. Beberapa warga yang sebenarnya layak justru terpaksa menolak bantuan karena terkendala kewajiban swadaya.
“Banyak tanggapan dari masyarakat penerima, setelah diverifikasi dan ditetapkan, mereka menolak karena persoalan swadaya. Dalam program ini, penerima diwajibkan menyiapkan bahan lokal sendiri seperti batu, pasir, dan kayu. Masalah swadaya inilah yang menjadi kendala bagi sebagian warga kami,” ungkap Thomas menutup wawancara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi penyempurnaan program BSPS ke depan, sehingga skema bantuan perumahan ke depannya menjadi lebih meringankan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















