Kupang, ATN – Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Elfrid Sane angkat bicara perihal kegiatan sosialisasi, gladi, dan simulasi Bencana yang digelar tanpa melibatkan Pemerintah Kabupaten Kupang.
Pada kegiatan yang digelar oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 tersebut dilangsungkan selama 2 hari di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Elfrid Sane yang di konfirmasi media ini, pada Jumat (30/01/2026) pagi, menyesalkan apa yang dilakukan oleh PT PLN UPP Nusra 3 dan BPBD Provinsi NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan tegas Elfrid Sane mengatakan jika kegiatan simulasi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan BPBD Kabupaten Kupang maupun FPRB Kabupaten Kupang.
“Kami dapat Info dari Kupang barat, ada giat PRB di salah satu Mitra Pentaheliks di Kabupaten Kupang yg secara diam2 dilakukan teman teman di BPBD Provinsi tanpa sepengetahuan kami di Kabupaten Kupang,” tulis Elfrid Sane dalam pesan singkatnya.
“Jika semangat atau spirit otonomi daerah atau apapun itu alasannya, kami merasa tersinggung karena di desa tersebut merupakan salah satu desa tangguh bencana untuk ancaman Banjir Rob dan kekeringan. Waktu kejadian Banjir rob tahun lalu, BPBD Provinsi dan PLN UPP Nusra kami tidak lihat. Mohon maaf sebagai ketua FPRB Kabupaten Kupang, Kami Tersinggung dengan tindakan ini,” tambahnya.
Elfrid Sane selaku ketua FPRB Kabupaten Kupang merasa dilecehkan dan sebagai Pegiat kebencanaan yang secara sadar dilakukan oleh PLN UPP Nusra dan BPBD Provinsi NTT ini telah menciderai sprit kemanusiaan.
“Terus terang kami perlu klarifikasi resmi dari BPBD NTT, 2X24 Jam, kalau tidak diindahkan secara FPRB Kabupaten Kupang kami akan bersurat ke Gubernur NTT,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















