Ia mengingatkan kembali keberhasilan integrasi data kecelakaan lalu lintas melalui sistem IRSMS, yang menjadi bukti nyata sinergi antara instansi terkait.
“Sinergi dan kolaborasi itu sebenarnya sederhana, kuncinya ada pada para pengambil keputusan untuk berintegrasi dan memperbaiki. Kalau para pemimpinnya bisa menjaga kebersamaan dan kehangatan untuk bersinergi, maka yang di bawah akan mengikuti”, jelasnya.
Lebih jauh, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk membicarakan arah kerja sama ke depan, terutama pemanfaatan teknologi digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari integrasi data berbasis aplikasi, pengembangan sistem uji kendaraan yang lebih modern, hingga pemanfaatan teknologi RFID di jalan tol, diharapkan akan memperkuat upaya bersama dalam menciptakan ekosistem transportasi darat yang lebih selamat, tertib, dan berkelanjutan.
“Ada begitu banyak potensi yang bisa dikerjasamakan dan dikolaborasikan dengan teman-teman dari Jasa Raharja dan Jasa Marga. Dimulai dengan dasar berupa RFID E-Blu, nantinya akan ada pemanfaatan-pemanfaatan yang lebih banyak lagi”, pungkas Aan.
Audiensi kali ini sekaligus mempertegas komitmen bersama bahwa sinergi yang berlangsung lebih dari kerja sama administratif, tetapi juga menjadi ikatan yang terus bertransformasi sesuai kebutuhan zaman.
Jasa Raharja, Ditjen Perhubungan Darat, dan Jasa Marga bersepakat untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan transportasi darat yang berkeselamatan, nyaman, dan berkelanjutan

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















