Ia juga menjelaskan jika pihak dokter telah memperbolehkan seluruh siswa untuk pulang ke rumah masing-masing karena kondisi yang sudah stabil.
Pihak BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang telah bergerak cepat dengan mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah tersebut. Sampel telah dibawa ke laboratorium sejak pukul 13.00 WITA untuk diperiksa secara mendalam.
“Kami menunggu hasil lab untuk melihat apa yang sebenarnya menyebabkan kejadian ini. Jika hasil lab menunjukkan tidak ada masalah pada makanan, kami akan menelusuri dari sisi lain,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kristoforus memastikan bahwa setiap dapur SPPG sebenarnya memiliki tenaga ahli gizi yang mengawasi seluruh proses, mulai dari persiapan, pengolahan, hingga distribusi ke 20 titik layanan di Kupang Barat.
Sebagai langkah antisipasi, operasional pemberian makan bergizi di wilayah tersebut akan dihentikan sementara untuk keperluan evaluasi internal.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada tim lapangan agar lebih selektif dalam memilih bahan baku dan memperketat pengawasan intensif guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di titik manapun.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















