Ormas Dan Klaim Palsu: Ancaman Bagi Kepercayaan Program Unggulan Prabowo-Gibran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 11:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Editor : Redaksi Dibaca 495 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Johanis Kuahaty, S.I.P., (Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi, Universitas Nusa Cendana)  

Oelamasi, AtlasNews. ID – Program makan bergizi gratis bagi anak sekolah memang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Program ini bertujuan untuk mengatasi persoalan gizi buruk di kalangan anak-anak Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program revolusioner ini resmi diluncurkan pada Januari 2025, dengan target awal sekitar 600.000 anak sekolah di beberapa provinsi di Indonesia.

Menurut sumber dari BBC News Indonesia, program ini menyasar sekitar 600.000 orang di wilayah perkotaan dan kabupaten yang sudah pernah menjadi lokasi uji coba sebelumnya.

Selain itu, alokasi anggaran untuk setiap porsi makan bergizi gratis ditetapkan sebesar Rp10.000. Perlu dicatat bahwa program ini masih dalam tahap awal implementasi dan akan terus berkembang untuk mencapai target yang lebih luas di masa mendatang.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, pemerintah telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, dan penyedia bahan pangan lokal.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan hasil panen petani setempat.

Program makan siang bergizi gratis ini dirancang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.

Pemerintah menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta pemantauan yang ketat terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Untuk itu, sebuah sistem evaluasi telah disiapkan, melibatkan pengawasan oleh lembaga independen dan laporan berkala dari pihak-pihak yang terlibat.

Respon masyarakat terhadap program ini sejauh ini cukup positif. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena program ini meringankan beban mereka, sementara guru-guru melaporkan peningkatan konsentrasi belajar siswa di kelas.

Baca Juga :  Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak 'Naik Kelas' Desil?

Berita Terkait

Benarkah Pertalite Langka Demi Genjot Keuntungan Pertamax? Menguak Realita Margin Bisnis SPBU
Mitos Mesin Pencetak Uang: Mengupas Realita, Margin, dan Risiko Bisnis SPBU Pertamina
Menatap Masa Depan Kupang dari Semau: Ketika Patung Kristus Memberkati Menjadi ‘GWK’ NTT
Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?
Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Yang Lain Cuma Janji, Yosef Lede Beri Bukti: Jalan Ikan Foti Siap Dikerjakan, 16 M Digelontorkan!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:51 WITA

FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:34 WITA

Optimalkan Sisa Anggaran demi Bebas Stunting, Desa Manulai I Tetapkan Perubahan APBDes 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WITA

Gagal Terjemahkan Visi-Misi Bupati, Kinerja Kadishub Kabupaten Kupang Dikritik Keras Absalom Buy!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Urai Benang Kusut Lahan KIB Bolok, Bupati Kupang Tegaskan Hak Rakyat dan Kepastian Hukum Jadi Prioritas

Berita Terbaru