Upaya Mencegah Stunting Pada Anak Usia Dini, dan Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Desa Kuimasi Buat Kebun Gizi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 November 2023 - 01:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 143 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Dalam upaya mencegah Stunting pada anak usia dini, dan percepatan penurunan Stunting, Kepala desa Maksen A Lifu lakukan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat dalam membuat kebun gizi untuk anak-anak Stunting yang ada di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Kebun gizi yang di kerjakan oleh para kader posyandu itu secara berkelanjutan di awasi oleh pemerintah desa Kuimasi, dengan menggunakan intervensi dana Desa. Kebun gizi itu ditanami dengan berbagai buah dan sayuran salah satu nya terletak Posyandu Ora Et Labora di Dusun I Desa Kuimasi.

Saat di temui awak media di lokasi kebun Gizi, Senin(13/11/2023)pagi, kaepalaa desa Kuimasi, Maksen A Lifu mengatakan, Pembentukan kebun gizi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya makanan bergizi bagi tubuh. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat dan mengetahui tanaman-tanaman yang baik bagi kesehatan tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan membuat kebun gizi, kami berharap agar kebun itu dapat membantu pencegahan Stunting di seluruh Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu. Sayur dan buah yang di tanam di sini akan di kelolah Oleh para kader posyandu bagi pemenuhan standart gizi makanan anak anak stunting, “Terangnya.

Upaya Mencegah Stunting Pada Anak Usia Dini, dan Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Desa Kuimasi Buat Kebun Gizi
Foto: Maksen A Lifu meninjau kebun gizi posyandu ora et labora.

Adapun jenis sayuran dan buah yang di tanam yaitu, kangkung, sawi, terung, cabai, tomat, bawang, pisang dan juga ikan lele sebanyak 1700 ekor dalam kolam bio flok.

Maksen Lifu Menjelaskan kebun gizi ini terlaksana dengan dukungan anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun 2023 untuk program ketahanan pangan nabati dan hewani.

Program ini merupakan program unggulan desa Kuimasi yang sudah ada dalam rancangan program enam tahun ke depan dan terdapat 3 kegiatan dalam setiap posyandu yaitu budidaya ikan air tawar metode bioflok, kebun gizi dan Pemberian makan tambahan(PMT) bagi ibu hamil, bayi balita dan lansia.

“Kami bersyukur program ini dapat berjalan dengan baik, di terima dengan baik oleh masyarakat juga. Tahun lalu ada 35 anak stunting, namun sekarang sudah menurun menjadi 21 anak stunting pada bulan timbang periode bulan februari dan hingga periode bulan timbang bulan agustus tinggal 10 anak saja, “Ungkapnya.

Ia menambahkan jika program ini akan terus di lanjutkan sebagai upaya dalam mempercepat penurunan stunting.

“Dari 6 titik posyandu di desa, semua akan kami buat kebun gizi untuk jadi sarana penyuplay sayuran, buah dan ikan pada ibu hamil, menyusui, lansia dan anak stunting, “Ujarnya.

Baca Juga :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Sebagai orang nomor 1 di desa kuimasi, Maksen A Lifu terus berupaya memotifasi para kader posyandu dengan menganggarkan dana desa dalam menyediakan bibit ikan, dan sayur. Ia juga memberikan bantuan prasarana kepada lara kader berupa pipa irigasi tetes dan paranet.

Dirinya mengakui jika para kader posyandu juga berkontribusi dalam penyediaan bibit sayur dan ikan sehingga kebun gizi dapat terlaksana dengan baik.

“Dari dana desa sudah saya bantu untuk pengadaan bibit, para kader posyandu pun secara swadaya membeli bibi sayur dan ikan. Kemudian saat pengadaan pupuk kandang pun selain ada dukungan dana dari pemerintah desa, para kader pun turut memberikan dengan cara swadaya. Ini adalah bentuk kerja sama dan koordinasi yang baik, “Ujarnya.

Upaya Mencegah Stunting Pada Anak Usia Dini, dan Percepatan Penurunan Stunting, Pemerintah Desa Kuimasi Buat Kebun Gizi
foto: kebun gizi posyandu ora et labora.

Maksen Lifu mengungkapkan, jika kendala yang mereka hadapi saat ini yaitu minim nya ketersediaan air bersih.

Lokasi posyandu ora et labora dalam wilayah dusun I merupakan daerah kurang pasokan air tanah, Pihaknya terus berupaya dalam menyiapkan pasokan air agar memadai dengan membuat bak tampung kemudian menggunakan jasa mobil tangki air.

“Dari pemerintah desa sudah bahas bersama para tokoh masyarakat untuk menggunakan cekdam/embung milik dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT yang rusak untuk kami perbaiki lalu cekdam/embung tersebut dapat kami gunakan. Kami terus berupaya komunikasi lewat surat daya guna aset dengan Dinas terkait untuk hal ini. Dengan dukungan dana desa kami akan perbaiki tanggul dan keruk untuk nanti dapat menampung hujan, “Ungkapnya.

Sebagai bentuk motifasi kepada para kader posyandu, Maksen A Lifu akan memberikan kenaikan intensif kader posyandu, yang semula Rp. 150.000 menjadi Rp 200.000 per bulan.Kemudian di tahun depan akan ada tambahan ahli gizi yang mendampingi para kader dengan menggunakan anggaran dana desa dalam program ketahanan pangan nabati dan hewani.

Pada kesempatan itu juga Maksen A Lifu memberikan pesan kepada para kepala desa lain yang berada di kabupaten kupang untuk sama sama berupaya mempercepat penurunan stunting dalam mendukung program pemerintah kabupaten kupang.

“Sebagai kepala desa kita harus pelayan masyarakat, dekatkan diri dengan masyarakat, dekatkan diri dengan sasaran program pemerintah, turut rasakan keluhan masyarakat, memberikan dukungan dana desa ke setiap sasaran program pemerintah kabupaten dan desa sehingga sasaran program rembuk stunting dan perempatan penurunan angka stunting dapat terlaksana dengan baik, “Pesan Maksen A Lifu.

Baca Juga :  Pimpin Forum Lintas Perangkat Daerah 2024, Jerri Manafe Sebut Penurunan Angka Stunting Jadi Isu Strategis

Sementara itu Ketua Kader posyandu Era Et Labora Welmince Benu Oktavianus mengatakan, Bahwa kebun gizi di Desa Kuimasi itu dapat memberi gizi kepada anak Stunting sekaligus bisa membangkitkan semangat masyarakat untuk hidup sehat dan tumbuh tanpa Stunting.

Ia juga menjelaskan jika pembuatan kebun gizi bagi anak-anak Stunting dipandu langsung oleh Pemerintah desa kuimasi dan dibantu oleh para mahasiswa KKN Universitas Nusa Cendana.

”Mudah-mudahan, program yang dibawa oleh Pemerintah desa dapat membawa perubahan untuk Desa Kuimasi, terutama untuk anak-anak yang mengalami Stunting. Gizi anak anak dapat terpenuhi dengan ada nya Kebun Gizi ini. Masyarakat juga sering datang untuk membeli sayur yang kami tanam. Mereka tidak perlu lagi jauh jauh ke pasar Oesao untuk beli sayur, di sini sudah ada, “Jelasnya.

Ketua kader posyandu itu menjelaskan jika hasil dari penjualan sayur dan ikan di kebun Gizi di gunakan kembali dalam program Pemberian Makanan Tambahan ibu hamil dan anak stunting di 6 titik posyandu.

Dirinya memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Maksen A Lifu selaku kepala desa yang sudah memberikan motifasi dan dukungan sehingga mereka mempunyai semangat dalam melayani masyarakat.

“Kami bersyukur punya kepala desa yang pro aktif bantu kami, bantu anak anak dan masyarakat. Dia beri kami motifasi serta dukungan. Saat ini kami hanya butuh sarana air bersih, fiber untuk penampung air dan paranet. Ini sudah kami sampaikan ke kepala desa, dan Ia akan berusaha membantu untuk menyiapkan nya bagi kami. Dari buat bedeng,tanam sampai panen beliau selalu ada dengan kami, itu yang buat kami bersyukur punya pemimpin seperti beliau, “Ungkapnya.

 

Berita Terkait

BGN Tegaskan Mitra SPPG: Pantau Operasional Dapur, Tapi Dilarang Intervensi Menu!
RAT Kopdes Merah Putih Oebelo 2026: Ajang Peningkatan Kesejahteraan Desa
Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026
Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi, Forum FKLLJ Bahas Jaminan Keselamatan Penumpang dan Pencegahan Laka Lantas
Perkuat Perlindungan Dasar, Jasa Raharja Dukung Penandatanganan PKS dengan RS Kartini Kupang
Jamin Pelayanan Korban Laka Lantas, PKS dengan RS Leona Noelbaki Diperkuat
Dugaan Mark-up Bahan Baku dan Monopoli Supplier MBG di Kabupaten Kupang Mencuat, BGN Diminta Turun Tangan.!!!
Tertib Administrasi dan Optimalisasi Aset Daerah, Apel Kendaraan Dinas Digelar di Sumba Barat

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:03 WITA

BGN Tegaskan Mitra SPPG: Pantau Operasional Dapur, Tapi Dilarang Intervensi Menu!

Sabtu, 25 April 2026 - 07:55 WITA

RAT Kopdes Merah Putih Oebelo 2026: Ajang Peningkatan Kesejahteraan Desa

Jumat, 24 April 2026 - 20:48 WITA

Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi di Operasi Ketupat 2026

Jumat, 24 April 2026 - 20:44 WITA

Perkuat Sinergi Keselamatan Transportasi, Forum FKLLJ Bahas Jaminan Keselamatan Penumpang dan Pencegahan Laka Lantas

Jumat, 24 April 2026 - 20:38 WITA

Perkuat Perlindungan Dasar, Jasa Raharja Dukung Penandatanganan PKS dengan RS Kartini Kupang

Jumat, 24 April 2026 - 14:35 WITA

Dugaan Mark-up Bahan Baku dan Monopoli Supplier MBG di Kabupaten Kupang Mencuat, BGN Diminta Turun Tangan.!!!

Kamis, 23 April 2026 - 20:21 WITA

Tertib Administrasi dan Optimalisasi Aset Daerah, Apel Kendaraan Dinas Digelar di Sumba Barat

Kamis, 23 April 2026 - 18:53 WITA

Sinergi Bangun Sektor Pertanian: Absalom Buy Pantau Panen Jagung 20 Ton di Boneana

Berita Terbaru