KUPANG, ATN – Potensi alam Desa Baumata yang melimpah menyimpan sebuah tanda tanya besar bagi warga setempat. Setiap hari, sedikitnya 11 unit armada truk tangki air beroperasi hilir-mudik memanfaatkan kekayaan sumber daya air bumi Baumata.
Namun, di tengah derasnya perputaran bisnis tersebut, kondisi infrastruktur dan fasilitas umum desa dinilai masih jauh dari kata optimal.
Kesenjangan antara potensi ekonomi dan kesejahteraan warga ini memicu sorotan tajam terkait transparansi tata kelola Pendapatan Asli Desa (PAD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya retribusi air, pengelolaan sejumlah aset vital desa mulai dari traktor, mesin mol, hingga kios desa dipertanyakan karena dinilai tidak jelas dan minim keterbukaan.
Dugaan ketidakjelasan pencatatan juga membayangi biaya administrasi desa, seperti pengurusan Pelepasan Hak (PH) tanah hingga pernikahan adat.
Menanggapi persoalan sistemik tersebut, Calon Kepala Desa Baumata Nomor Urut 3, Zem Daud Giri, SE, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan hak-hak masyarakat melalui reformasi tata kelola pemerintahan desa.
“Uang desa harus kembali ke desa untuk membangun desa demi kesejahteraan seluruh masyarakat Baumata. Saatnya kita bersihkan Baumata dari tata kelola yang keliru,” tegas Zem Daud Giri saat memaparkan visinya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















