“Hanya dengan kegiatan pencegahan dan mitigasi bencana, kita dapat membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Masyarakat yang mampu mengenali ancaman bencana disekitarnya secara baik serta mampu melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalisir dampak dan resiko bencana yang terjadi”, ujarnya.
“Inilah yang menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengedepankan strategi penanggulangan bencana berbasis komunitas, salah satunya di implementasikan melalui pembentukan desa tangguh bencana”, tambahnya.
Lanjut Alexon Lumba, data tahun 2023 menunjukkan bahwa dari 32 desa/kelurahan tangguh bencana, rata-rata masih berstatus desa/kelurahan tangguh bencana pratama atau yang belum melakukan kegiatan-kegiatan pra bencana atau boleh dikatakan sekedar administrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berharap melalui kegiatan ini menjadi pendorong bagi pemerintah desa/kelurahan bersama pengurus desa/kelurahan tangguh bencana yang telah dibentuk, untuk dapat memaksimalkan status, peran dan kedudukan desa/kelurahan tangguh bencananya masing-masing.
“Bangun koordinasi dengan BPBD, Dinas PMD serta stakeholder terkait. Lalu momentum penyusunan RKPDes dan penetapan APBDes tahun berikutnya, program/kegiatan yang berpihak pada penguatan kapasitas desa tangguh bencana dapat dilaksanakan”, jelas Alexon Lumba.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















