Oelamasi, AtlasNews.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu sepekan mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kupang.
Hal tersebut dikonfirmasi Kalak BPBD Kabupaten Kupang, Semi Tinenti usai ditemui awak media diruang kerjanya, Jumat (15/03/2024).
Menurut Semi Tinenti, berdasarkan data real dilapangan yang berhasil didata, terdapat 1 orang korban meninggal dunia, 2 orang mengalami luka luka, 343 KK terdampak, 1522 orang terdampak dan 332 unit rumah terendam banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara terperinci, terdapat 48 orang lansia, 2 orang ibu hamil, 19 orang bayi, 10 orang balita terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi.
Dari 332 unit rumah yang terendam sebut Semi Tinenti, tersebar di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Sulamu, Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Kupang Timur.
Ia mengatakan, pihaknya telah aktif mengimbau masyarakat terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi berdasarkan informasi dari BMKG tanggal 8 sampai 14 Maret 2024. BPBD juga mengantisipasi dengan menetapkan status siaga bencana sejak Desember 2023.
“Kami dari BPBD di beberapa kesempatan sangat intens menghimbau masyarakat Kabupaten Kupang lewat media sosial, media grup WhatsApp untuk waspada akan bencana hidrometeorologi yang akan terjadi seperti hujan lebat, angin kencang, longsor, banjir kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait langkah yang dilakukan BPBD pasca bencana hidrometeorologi terjadi, Semi Tinenti mengatakan pihaknya telah memberlakukan keadaan darurat bencana.
Dikatakan, BPBD Kabupaten Kupang juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan evakuasi kepada masyarakat terdampak bencana, menyediakan fasilitas dapur umum dan penyediaan air bersih.
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kupang juga telah menyebabkan banjir di beberapa titik di wilayah kabupaten kupang.
“Dampak cuaca ekstrem ini terjadi banjir rob di desa kelapa tinggi, Kecamatan Kupang Tengah, ada 20 unit rumah terendam. Kemudian banjir di Naibonat juga terjadi longsor di wilayah Amarasi,” jelasnya.
Lanjut Semi Tinenti, akibat dari Cuaca Ekstrem yang melanda Kabupaten Kupang juga mengakibatkan jembatan Termanu yang terletak di Kecamatan Amfoang Barat Daya miring dan nyaris roboh.
“Saat dapat informasi dari Camat, kami berupaya koordinasi dengan pihak PUPR Provinsi NTT, untuk meminta tim teknis agar lakukan kajian tentang kondisi jembatan. Kami membutuhkan rekomendasi, apakah jembatan dengan kondisi seperti ini masih bisa dilewati atau tidak dan harus segera diperbaiki demi kepentingan masyarakat,” terangnya.
“Ini berhubungan dengan masyarakat yang mengunakan akses jembatan. Mereka tentu punya kebutuhan, bisa saja nekat gunakan akses tersebut,” tambahnya.
Semi Tinenti berharap Dinas PUPR Provinsi NTT dapat secara cepat dan tanggap merespons keadaan yang terjadi sehingga permintaan masyarkat dapat terjawab.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















