Persoalan lahan di wilayah ini memang menjadi perhatian serius mengingat banyaknya fasilitas umum dan rumah ibadah yang berdiri di atas lahan yang statusnya masih tumpang tindih dengan kawasan industri tersebut.
“Saya janji, persoalan KIB akan saya selesaikan tahun ini. Soal persoalan yang sama, saya pernah keluarkan aset TNI kepada masyarakat, saya perjuangkan jika itu urusan rakyat. Yang penting urus begini jangan gegabah, harus tenang,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Absalom Buy, memberikan apresiasi mendalam atas langkah cepat dan perhatian serius Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam mengupayakan penyelesaian sengketa lahan di Kawasan Industri Bolok (KIB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah proaktif Bupati Yosef Lede dinilai sebagai angin segar bagi masyarakat di tiga desa terdampak, yakni Desa Bolok, Desa Nitneo, dan Desa Kuanheum, yang selama ini menantikan kepastian atas hak-hak mereka.
Kehadiran langsung Bupati Yosef Lede dalam pertemuan bersama warga ketiga desa yang digelar pada Senin, 27 April 2026, dipandang bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Menurut Absalom, hal tersebut merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil.
“Kehadiran Bapak Bupati Yosef Lede di tengah masyarakat Bolok, Nitneo, dan Kuanheum hari ini adalah bukti nyata kepedulian dan kecintaan beliau kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan agraria yang dihadapi warga,” ujar Absalom Buy.
Absalom Buy menegaskan bahwa pihaknya di legislatif, khususnya dari Fraksi PSI, akan terus mengawal proses ini. Ia berkomitmen untuk terus mendorong aspek musyawarah mufakat dengan berbagai pihak, termasuk menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















