“Paling lambat Sabtu, 16 Mei 2026, sebanyak 4.000 liter BBM nonsubsidi siap didistribusikan ke masyarakat Amfoang Pesisir,” ungkap Hendra Mooy pada Kamis (14/05) malam.
Demi menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kecamatan bekerja sama dengan anggota DPRD dan pengusaha lokal untuk menanggung biaya operasional pengangkutan. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menekan harga jual di tingkat konsumen.
• Harga Beli: ± Rp12.600/liter
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
• Harga Eceran Tertinggi (HET): Maksimal Rp15.000/liter
• Pengamanan: Distribusi akan dikawal ketat oleh pihak kepolisian guna memastikan kelancaran di titik serah.
Pemkab Kupang menyadari bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Sebagai solusi permanen, Pemkab telah bersurat kepada BPH Migas di Jakarta sejak Juni 2025 untuk mengusulkan Kecamatan Amfoang Utara masuk dalam program BBM Satu Harga.
Jauhnya jarak dari SPBU utama selama ini memaksa masyarakat bergantung pada pengecer. Selain usulan BBM Satu Harga, Hendra Mooy juga mendorong Pertamina untuk membangun SPBU permanen di wilayah Amfoang Pesisir agar krisis energi tidak kembali terulang di masa depan.
Selain menangani pasokan umum, Pemkab Kupang juga fokus memfasilitasi akses BBM bersubsidi bagi sektor produktif. Para Kepala Desa di empat wilayah pesisir diminta aktif membantu kelompok tani dan nelayan dalam pengurusan administrasi hingga mendapatkan barcode resmi.
Upaya sistematis ini menjadi bukti komitmen kepemimpinan Bupati Yosef Lede dalam memberikan respons cepat dan solutif terhadap setiap kendala yang dihadapi masyarakat Kabupaten Kupang.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















