Bupati Yosef Lede Panen Padi Perdana di Poktan Sehati Desa Mata Air

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 17:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 69 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Untuk mendukung swasembada, Bupati berpesan kepada penyuluh pertanian untuk melakukan langkah-langkah konkret, memberikan ilmu kepada petani, mengarahkan pola tanam, mendampingi petani, agar pertanian di Kabupaten Kupang dapat terus maju.

“80 persen masyarakat Kabupaten Kupang adalah petani. Kalau petani mati tidak bergerak, ekonomi akan sulit. Kabupaten Kupang itu penyuplai hasil tani untuk Kota Kupang. Jadi kalau kerja malas-malasan maka akan ada kenaikan harga luar biasa. Mari kita berkolaborasi, bekerja sama bangun pertanian di Kabupaten Kupang dalam mendukung swasembada pangan”, imbuh Yosef Lede.

Senada Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Joaz Umbu Wanda mengatakan bahwa sektor pertanian sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengajak kerja kolaborasi, meningkatkan produksi, produktivitas dan kesejahteraañ petani, guna mencapai swasembada pangan.

Dan perwakilan Bank Indonesia Yos Boli Sura menyampaikan mengingat isu di NTT pada tenaga kerja salah satunya adalah produktivitas maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tersebut melalui dua cara faktor produksi yaitu implementasi digital/ smart farming terutama di sektor hulu dan peningkatan kompetensi petani melalui bootcamp dan atau pendampingan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dandim 1604/Kupang, Kolonel Inf. Kadek Abriawan, Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Mata Air, Ketua bersama anggota poktan Sehati.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalulintas: PT Jasa Raharja Kabupaten Sumba Timur Berpartisipasi dalam Rapat Forum

Berita Terkait

Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!
Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”
Sidak Program MBG di SPPG Sillu, Kader Gerindra Temukan Sejumlah Kekurangan
Sidak Dapur MBG Sillu: Pengawasan Lemah.! Diduga Jadi Tempat Miras dan Karaoke
Kejagung Bongkar Gurita Korupsi MBG: Seret Mantan Kepala BGN dan Modus Afiliasi Yayasan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:35 WITA

Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:13 WITA

Sidak Dapur MBG Sillu: Pengawasan Lemah.! Diduga Jadi Tempat Miras dan Karaoke

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:13 WITA

Kejagung Bongkar Gurita Korupsi MBG: Seret Mantan Kepala BGN dan Modus Afiliasi Yayasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:54 WITA

Sikap Defensif Pengelola SPPG Sillu Pasca-Sidak: Dugaan Intimidasi Wartawan dan Dalih “Tanggung Jawab Bersama”

Berita Terbaru