Oelamasi, AtlasNews.ID – Aksi pencurian ternak sapi dengan cara mutilasi kembali terjadi dan meresahkan warga desa Manusak, kecamatan Kupang Timur, kabupaten kupang, Nusa Tenggara Timur.
Aksi pencurian sapi dengan cara di mutilasi oleh orang tak di kenal terjadi pada Selasa dini hari/ Rabu(20/12/2023)pagi. Satu ekor sapi betina milik warga RT 025/ RW 002, dusun II, desa Manusak di temukan warga sudah dalam keadaan terpotong dengan menyisahkan kepala, tulang, perut dan kaki.
Aris Samol yang merupakan pemilik sapi usai ditemui, kamis(21/12/2023)menuturkan jika sapi induk miliknya sebelum hilang diikat sekitar 20 meter dari rumahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ikat sapi betina itu dgn anaknya yang berusia tiga bulan di tempat yang biasa kami ikat. Saat pagi hari saya hendak beri mereka makanan, saya jumpai sapi betina saya sudah ilang,” tuturya.
Setelah diketahui sapinya hilang, ia berusaha mencari ke sekitar wilayah desa Manusak namun tidak membuahkan hasil. Setelah itu kemudian Aris mendapat informasi dari adik kandung dan ibunya jika sapi miliknya telah di temukan.
“Saya sempat mencari sapi saya sampai ke daerah Fatuteta tapi tidak ketemu, kemudian saya dikabari jika sudah di temukan mati di wilayah dusun IV desa Manusak, didekat cekdam/embung Oelpuah,” jelasnya.

Keterangan dari Aris Samol juga di benarkan oleh ketua RT 025, Yosep Ingunau.
Yosep Ingunau mengatakan, dirinya mendapat informasi kehilangan ternak sapi pada rabu pagi.
Setelah di temukan, Ia dan Yunita Samol(ibu Aris Samol*red) langsung menuju ke lokasi dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepala dusun dan kepala desa.
“Saat lakukan pencarian, kami mendapat informasi dari warga perumahan oelpuah jika ada sapi mati di dekat cekdam. Setelah dicek bersama, ternyata betul sapi itu milik Aris Samol,” terangnya.
Yosep Ingunau juga mengakui jika pada bulan desember mendekati hari raya natal, sering terjadi pencurian sapi di daerahnya.
“Kita susah mau siapa pencurinya. Manusak wilayahnya luas dan jalur transportasi ramai, kita tidak tahu siapa saja yang keluar masuk wilayah desa Manusak. Tapi kami tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencari solusi mencegah terjadi pencurian serupa terjadi kembali,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes saat di temui di ruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar terjadi pencurian satu ekor sapi dengan cari di mutilasi terjadi di desa Manusak,” ungkapnya.
Arthur Ximenes menjelaskan, pada hari rabu pagi ia mendapat informasi dari warga jika ada penemuan sapi mati milik warga di wilayah dusun IV desa Manusak.
“Saat dapat informasi, saya langsung ke lokasi. Di sana saya jumpai tinggal kepala, tulang, perut dan kaki, hanya di ambil dagingnya saja. Di jelaskan kalau sapi itu milik Aris Samol yang hilang sehat sebelumya,” jelasnya.

Terkait hal ini ungkap Arthur Ximenes pihaknya belum melaporkan kejadian ini ke aparat penegak hukum.
“Kami belum melaporkan kejadian ini ke aparat penegak hukum, namun dengan kehadiran media, saya berharap dapat di publikasi untuk menjadi perhatian semua pihak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tindak lanjut dari kejadian tersebut pemerintah desa Manusak telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat lewat RT dan RW untuk lebih waspada.
“Menjelang hari raya, kejadian ini kerap terjadi. Saya mengutuk keras aksi pencurian ini. Ini tindakan tidak beretika, saya harap siapapun pelakunya harus segera bertobat. Saya akan terus melakukan Infestigasi dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa guna mengungkap pelaku,” tegasnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















