“Setelah rapat, kemarin kami survei di lokasi, dan menurut pengakuan orang tua, dulu diberikan ke Pemerintah 25 hektar untuk pembangunan pacuan kuda. Sementara pacuan kuda sampai batas pagar hanya 20 hektar, sehingga masih tersisa 5 hektar kami siapkan sebagai target pembangunan TPU”, tambahnya.
Dikatakan, keberadaan tempat pemakaman umum di Kelurahan Babau telah menjadi kerinduan semua masyarakat
Pasalnya, masyarakat Babau banyak yang merupakan pendatang yang tidak memiliki lahan sehingga akses untuk pemakaman yang layak sulit didapatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada media ini Willy Djami mengungkapkan jika selama dirinya bertugas di Kelurahan Babau, sudah dua kali terjadi masalah saat penguburan karena tidak memiliki lahan, sehingga terpaksa harus dikubur di dekat cek dam.
“Harapan dari orang tua, tanah sisa pacuan kuda bisa digunakan untuk TPU, karena yang ada selama ini hanyalah kerkhof yang diperuntukan bagi keluarga, sehingga warga dari luar yang sudah berdomisili di Babau sulit mencari tempat pemakaman”, pungkasnya.
Dengan adanya lahan yang telah disiapkan, diharapakan akan ada TPU yang di bangun di wilayah Kelurahan Babau agar tidak ada lagi masyarakat yang sulit memakamkan jenazah dan juga mengurangi resiko konflik ditengah masyarakat. (*)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















