“Kalau bayar semua pelok cium dia, tapi kalau sonde bayar ikat dia di tiang bendera, itu sa. Bupati apa ko tipu tipu, Bupati itu sonde boleh tipu tipu”, ujar Hendrikus Djawa dalam video tersebut.
Menanggapi akan penghinaan dan fitnah yang dilakukan, Bupati Yosef Lede secara tegas telah membuat laporan ke Polda NTT.
“Saya akan lapor di Polda, karna fitnah dan hina saya, saya laporkan ke Polda”, tegas Bupati Yosef Lede, saat audensi bersama BRU, BPBD, dan Perwakilan korban Seroja pada Selasa (02/09).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Femris Selan selaku mantan ketua Relawan Proyos mengaku menyesal atas apa yang dilontarkan Hendrikus Djawa.
Menurutnya, sebagai bangsa yang selalu mengedepankan etika dan adab, tidak etis jika cacian, makian dan hinaan dimuka umum disampaikan untuk menyerang pribadi seseorang.

“Kita ini bangsa yang beradab, selain itu kita harus selalu mencerminkan budaya sopan santun dan ketimuran kita. Tidak pantas melontarkan kata kata demikian kepada pejabat negara jika kepentingan pribadi kita tidak didahulukan”, ujar Femris Selan saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Selasa (02/09) pagi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















