Kondisi itu semakin diperparah dengan tiupan angin kencang yang membuat bendera terombang-ambing.
“Awalnya semua perlengkapan sudah kami cek—mulai dari bendera, tali, hingga pengait. Namun saat proses pengibaran, simpul pada sisi putih robek.
Ini di luar dugaan kami. Atas nama seluruh rekan Paskibra, kami memohon maaf atas insiden kecil yang sempat terjadi,” jelas Kapten Inf. I Ketut Andika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski sempat membuat suasana menegangkan, pasukan Paskibra menunjukkan ketenangan sikap dan tangkas melakukan perbaikan bendera sobek untuk kemudian dapat dikibarkan.
Dua anggota pengibar bendera yang sigap yakni Junaidi Fransisco (pengibar bendera) dan Brayen Ndun (pemegang bendera), bergerak cepat mengatasi situasi.
Dengan penuh konsentrasi, keduanya meraih bendera yang nyaris terlepas, mengikat ulang simpul dengan simpul baru yang lebih kuat, lalu memastikan Merah Putih tetap bisa berkibar megah di hadapan seluruh peserta upacara.
“Respon dari Junaidi dan Brayen sangat patut diapresiasi”, ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















