Proses pemisahan material menggunakan vibrating screen (ayakan getar) dengan tekanan air tinggi memang menghasilkan pasir kualitas prima, namun menyisakan limbah lumpur yang mencemari aliran air.
Tak hanya itu, aktivitas pengerukan yang masif menyebabkan dinding tebing mengalami longsor akibat gerusan air, memaksa pengusaha membuka jalan-jalan baru yang semakin merusak bentang alam.
Jeritan Hati Warga: “Kami Hanya Pasrah”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga Desa Benu yang setiap hari terdampak langsung aktivitas mobilisasi material. Saat ditemui media, warga mengungkapkan betapa tidak adilnya pembagian “berkah” alam ini.
“Kami ini tiap hari hirup debu. Kami tidak bisa berbuat banyak, kami pasrah dengan kondisi. Biarkan pengusaha makin kaya dan kami makin menderita,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dampak yang dirasakan warga seperti Debu tebal menyelimuti pemukiman saat musim kemarau tiba. Warga terpaksa menutup rapat pintu dan jendela sepanjang hari demi kesehatan pernapasan.
Ketika musim hujan tiba, kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi. Jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya bagi akses transportasi warga desa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















