Kontras Pahit di Bumi Takari: Taipan Keruk Kekayaan, Rakyat Menanam Debu dan Lumpur

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Liputan Editor : Redaksi Dibaca 272 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kondisi di lokasi mulut tambang, dan akses jalan menuju dusun 4 Niskolen

Foto: kondisi di lokasi mulut tambang, dan akses jalan menuju dusun 4 Niskolen

Proses pemisahan material menggunakan vibrating screen (ayakan getar) dengan tekanan air tinggi memang menghasilkan pasir kualitas prima, namun menyisakan limbah lumpur yang mencemari aliran air.

Tak hanya itu, aktivitas pengerukan yang masif menyebabkan dinding tebing mengalami longsor akibat gerusan air, memaksa pengusaha membuka jalan-jalan baru yang semakin merusak bentang alam.

Jeritan Hati Warga: “Kami Hanya Pasrah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh warga Desa Benu yang setiap hari terdampak langsung aktivitas mobilisasi material. Saat ditemui media, warga mengungkapkan betapa tidak adilnya pembagian “berkah” alam ini.

“Kami ini tiap hari hirup debu. Kami tidak bisa berbuat banyak, kami pasrah dengan kondisi. Biarkan pengusaha makin kaya dan kami makin menderita,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dampak yang dirasakan warga seperti Debu tebal menyelimuti pemukiman saat musim kemarau tiba. Warga terpaksa menutup rapat pintu dan jendela sepanjang hari demi kesehatan pernapasan.

Ketika musim hujan tiba, kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi. Jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya bagi akses transportasi warga desa.

Baca Juga :  Gotong Royong Tanpa Sekat: Sinergi Lintas Sektor Benahi Akses Jalan di Kupang Barat

Berita Terkait

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores
Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu
Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa
Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  
Perkuat Pelayanan Publik, Jasa Raharja Gelar Risk Townhall 2026 untuk Dorong Budaya Sadar Risiko
Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat
Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur
Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:34 WITA

Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:02 WITA

Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:48 WITA

Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:41 WITA

Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:37 WITA

Tingkatkan Keselamatan dan Layanan Publik, Forum LLAJ Kota Kupang Resmi Dibentuk

Berita Terbaru