Kontras Pahit di Bumi Takari: Taipan Keruk Kekayaan, Rakyat Menanam Debu dan Lumpur

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Liputan Editor : Redaksi Dibaca 272 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kondisi di lokasi mulut tambang, dan akses jalan menuju dusun 4 Niskolen

Foto: kondisi di lokasi mulut tambang, dan akses jalan menuju dusun 4 Niskolen

Kupang, ATN Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, dikenal sebagai lumbung Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Pasir, kerikil, dan batu melimpah ruah, menjadikannya “surga” bagi para pengusaha tambang.

Namun, di balik pundi-pundi rupiah yang mengalir ke kantong para taipan, tersisa potret pilu masyarakat setempat yang harus berteman akrab dengan polusi dan rusaknya lingkungan.

Eksploitasi di Jantung Niskolen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penelusuran AtlasNews bersama sejumlah awak media lainnya pada Sabtu (09/05), kondisi memprihatinkan terlihat jelas di Dusun Niskolen, Desa Tuapanaf.

Di lokasi ini, lebih dari dua pengusaha tambang skala besar beroperasi secara legal dengan Izin Usaha Produksi (IUP).

Perjalanan menuju titik tambang bukanlah perkara mudah. Akses jalan sepanjang 10 kilometer menuju Dusun Niskolen berada dalam kondisi rusak berat, berbatu, dan menyumbang polusi debu yang pekat bagi siapa saja yang melintas.

Di lokasi tambang, terlihat pemandangan kontras berupa gunungan kerikil hasil sisa pencucian pasir (washing and screening). Jutaan meter kubik material sisa ini dibuang begitu saja di sepanjang bantaran kali.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Lili Mengeluhkan Pembuangan Air Limbah Secara Sembarangan Dari Salah Satu Warung

Berita Terkait

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores
Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu
Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa
Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  
Perkuat Pelayanan Publik, Jasa Raharja Gelar Risk Townhall 2026 untuk Dorong Budaya Sadar Risiko
Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat
Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur
Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Pemkab Kupang Gemburkan Gerakan “GASPULL”. ASN Untuk Gempa Flores

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:34 WITA

Bermodal Pengalaman Matang di Pemerintahan Desa, Jesaya Jermias Tob Resmi Daftar Bakal Calon Kades Sillu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:02 WITA

Langkah Maju Jesaya Jermias Tob di Pilkades Sillu: Usung Misi Pemerataan dan Kesejahteraan Desa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Pemerintah Resmi Buka Peluang Guru PPPK Jadi PNS di Awal 2027  

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:48 WITA

Maknai Kemerdekaan ke-81 RI, Jasa Raharja Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Kepedulian Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Bantu Korban Gempa Flores M7,7, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Posko Manggarai Timur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:41 WITA

Jasa Raharja NTT Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa M 7,7 di Nagekeo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:37 WITA

Tingkatkan Keselamatan dan Layanan Publik, Forum LLAJ Kota Kupang Resmi Dibentuk

Berita Terbaru