Hal senada juga diungkapkan oleh dua orang perempuan mantan anggota ormas asal wilayah poros tengah.

Menurut keduanya yang juga dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (26/01) malam menyatakan keduanya telah resmi berhenti menjadi anggota ormas dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Katanya kami kerja tapi setiap saat selalu dimintai uang katanya untuk inilah, itulah, semua tidak jelas,”ungkap kedua sumber.
Menurut kedua sumber, mereka merupakan anggota pengurus tingkat desa yang direkrut untuk program makan bergizi gratis. Anehnya, harus menyetor sejumlah uang Rp. 35.000 dengan alasan untuk cetak kartu tanda anggota.
Bukan cuma itu, setiap kali rapat pun anggota wajib kumpulkan uang untuk biaya sewa kursi, sewa tenda dan Snack, ada juga uang diminta untuk alasan print Surat Keputusan. Anehnya, hingga memutuskan berhenti, keduanya belum pernah menerima salinan surat keputusan.
Keduanya mengaku dijanjikan akan memperoleh gaji setara Upah Minimum Provinsi (UMP) namun tidak disebutkan nominalnya.
Akibat tergiur dengan janji gaji setara UMP, salah seorang diantaranya terpaksa harus berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
“Jangankan dapat honor setara UMP sesuai janji, Surat Keputusan saja kami tidak pernah lihat, tidak pernah dapat padahal kami sudah kumpul uang,”pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















