Tingkatkan Ketahanan Pangan, Distanpan Kabupaten Kupang Gelar Gerakan Tanam Pangan Lokal Bersama Petani Desa Oelatimo

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 00:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 328 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan(Distanpan) Kabupaten Kupang, Amin Juariah, turut memimpin dan menghadiri kegiatan gerakan tanam pangan lokal yang dilaksanakan di Kelompok tani Koelneten dan Oelanisa, desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis(11/01/2023)pagi.

Gerakan tanam pangan lokal bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi tanaman pangan lokal berupa jagung, kedelei, ubi/singkong dan pisang dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dalam menghadpi anomali iklim dan ancaman fenomena el-nino. Kegiatan itu juga dalam rangka memperkuat ekonomi petani saat masa panen.

Pada gerakan tanam pangan lokal tersebut Kadis Distanpan, Amin Juariah, didampingi oleh kepala desa Oelatimo, Aprinus Kono, Ketua Majelis GMIT Sion Oelatimo, Pdt. Cinta Lado – Lisnahan, S.Th, seluruh Satker Distanpan dan para Kepala bidang serta kelompok tani koelneten dan oelanisa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Kadis Distanpan Kabupaten Kupang, Amin Juariah menanam secara simbolis benih kedelai pertama dilahan seluas 40 hektar yang telah disiapkan oleh petani setempat.

Ia juga memberi semangat dan motifasi kepada petani pada 2 kelompok tani agar Terus berusaha meningkatkan hasil pertanian dan mengoptimalkan potensi lahan yang ada.

“Gerakan tanam pangan lokal ini adalah upaya kita bersama dalam memaksimalkan pendapatan petani sekaligus juga memaksimalkan lahan yang ada. Ditengah ancaman perubahan iklim akibat fenomena el-nino, kita harus pahami anomali iklim, jika sulit air, kita harus beralih untuk tanam jagung, ubi/singkong, pisang, kedelai, dan pangan lokal lain agar ekonomi petani masih tetap berjalan,” Ucap Amin Juariah.

Dirinya berharap dengan gerakan tanam pangan lokal ini, kebutuhan konsumsi pangan lokal di kabupaten kupang bisa dimaksimalkan bahkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal pada tingkat regional.

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Distanpan Kabupaten Kupang Gelar Gerakan Tanam Pangan Lokal Bersama Petani Desa Oelatimo
Foto: Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan(Distanpan) Kabupaten Kupang, Amin Juariah saat hadiri gerakan tanam pangan lokal di desa Oelatimo.

Selian itu, para petani di kabupaten kupang memiliki pendapatan yang cukup, mampu mengendalikan inflasi didaerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan mendorong tumbuhnya industri pengolahan panganan lokal di kabupaten kupang.

Gerakan tanam pangan lokal yang di lakukan Distanpan Kabupaten Kupang pada di kelompok tani Koelneten dan Oelanisa tersebut juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, tokoh adat, serta instansi terkait ditingkat desa.

Ini merupakan bentuk apresiasi tinggi kepada Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang lewat Kepala dinas Amin Juariah kepada para petani didesa Oelatimo.

“Kita berharap partisipasi aktif masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada dapat memberi semangat baru dalam upaya mendorong gerakan tanam pangan lokal sehingga dapat mendorong nilai tukar tani bisa meningkat, dan pada akhirnya akan mengurangi angka kemiskinan. Lalu gerakan ini akan menjadi Concern bagi pemerintah kabupaten kupang. Kami akan lakukan secara berkelanjutan dan akan kami bina sampai berhasil panen lewat penyuluh pertanian yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Kupang Bincang Santai Pemilu 2024 Bersama Media, Mery A. Tiran: Ini Penting
Tingkatkan Ketahanan Pangan, Distanpan Kabupaten Kupang Gelar Gerakan Tanam Pangan Lokal Bersama Petani Desa Oelatimo
foto: istimewa.

Sementara itu, Nikolas Oenunu, salah satu anggota kelompok tani Koelneten mengatakan, gerakan tanam pangan lokal ini adalah langkah tepat dan awal yang baik bagi desa oelatimo dalam menghadapi masa depan yang lebih cerah di bidang pertanian.

Ia juga memberi apresiasi khusus kepada kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang yang telah memulai gerakan ini sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan petani dalam upaya mendukung program revolusi 5P.

“Dalam upaya majukan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan, gerakan ini sangat tepat. Ini juga upaya pemerintah untuk hadapi fenomena el-nino. Kami tidak dianjurkan tanam padi yang butuh air banyak, tapi kami dianjurkan tanam jagung, kedelai, ubi dan pisang atau pangan lokal lain. Ini langkah baik, ekonomi kami tetap terjaga saat masa panen nanti,” ungkapnya.

Nikolas Oenunu juga menjelaskan, jika lahan yang awalnya dibuka oleh mantan kepala desa Oelatimo Alm. Petrus Pollin pada tahun 1976 itu sempat vakum selama 20 tahun sejak tahun 1998 saat krisis moneter namun saat ini sudah kembali di buka.

Pada lahan seluas 40 hektar yangbterletak di wilayah RT 011/ RW 006, dusun III, desa Oelatimo itu jelas Nikolas terdapat 118 anggota yang terbagi dalam dua kelompok tani. Masing masing anggota mendapat jatah lahan seluas 25 are untuk dikerjakan.

Dirinya meyakini, dengan dukungan penuh pemerintah lewat Dinas Pertanian dari mulai membantu menyiapkan lahan, menyediakan bibit serta mendukung ketersediaan pupuk, dan pembinaan dari para penyuluh, gerakan ini dapat berhasil dari awal tanam hingga panen nantinya.

Pada kesempatan itu Nikolas Oenunu juga mengharapkan sarana tambahan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

“Saya hanya minta pemerintah kembali bantu kami untuk siapkan akses jalan menuju lokasi lahan pertanian tersebut. Kemudian saluran irigasi yang permanen agar dapat dimanfaatkan secara baik dalam masa tanam nantinya,” harapnya.

“Kalau irigasi sudah ada, kami bisa manfaatkan untuk tanam komuditi utama bukan hanya pangan lokal saja tapi jenis tanaman lain, kalau dapat dimanfaatkan secara baik lahan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain lah pribadi kami, lahan ini juga sangat membantu ekonomi kami,” tambahnya.

Berita Terkait

Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital
Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA
Yang Lain Cuma Janji, Yosef Lede Beri Bukti: Jalan Ikan Foti Siap Dikerjakan, 16 M Digelontorkan!
FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa
Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”
Beda Wewenang Tak Halangi Pelayanan, Bupati Yosef Lede Eksekusi Jalan Ikan Foti 4 KM!
Optimalkan Sisa Anggaran demi Bebas Stunting, Desa Manulai I Tetapkan Perubahan APBDes 2026
Gagal Terjemahkan Visi-Misi Bupati, Kinerja Kadishub Kabupaten Kupang Dikritik Keras Absalom Buy!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Yang Lain Cuma Janji, Yosef Lede Beri Bukti: Jalan Ikan Foti Siap Dikerjakan, 16 M Digelontorkan!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:51 WITA

FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:34 WITA

Optimalkan Sisa Anggaran demi Bebas Stunting, Desa Manulai I Tetapkan Perubahan APBDes 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WITA

Gagal Terjemahkan Visi-Misi Bupati, Kinerja Kadishub Kabupaten Kupang Dikritik Keras Absalom Buy!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Urai Benang Kusut Lahan KIB Bolok, Bupati Kupang Tegaskan Hak Rakyat dan Kepastian Hukum Jadi Prioritas

Berita Terbaru