“Aksi yang dilakukan semata-mata hanya untuk menunjukkan jika kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang, masih terjaga dengan sangat baik,” ujar Ustadz Ibrahim.
Menurutnya, perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mengasihi. Ia menekankan bahwa nilai-nilai ini berakar kuat dalam ajaran agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini untuk menunjukkan kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Karena menurut Al-Quran, kita memang diciptakan berbeda-beda, namun perbedaan itu adalah fitrah untuk kita tetap dalam satu persatuan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar membagikan minuman, aksi ini memiliki misi edukasi yang mendalam bagi para pemuda Muslim di lingkungan Masjid Nurul Jadid.
Pengurus masjid ingin menanamkan nilai tenggang rasa sejak dini agar generasi penerus memiliki pemahaman yang inklusif tentang kemanusiaan.
Dengan aksi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada remaja masjid tentang arti tenggang rasa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















