“Kita juga tidak boleh melupakan keberadaan komunitas adat lainnya seperti masyarakat Helong, Rote, dan Sabu. Ketika perubahan membawa kita ke dalam sistem pemerintahan modern dalam bingkai NKRI, nilai-nilai adat ini tidak boleh hilang, melainkan harus dijaga sebagai kekuatan moral dan sosial,” tegas Daniel di hadapan para tokoh adat.
Komitmen Eksekutif: Anggarkan Pemangku Adat dan Bidik Festival Nasional
Senada dengan legislatif, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada para raja, Usif, fetor, temukung, serta lembaga adat yang hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Bupati Yosef Lede, dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki, penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk penghormatan nyata atas tanah leluhur yang telah mempercayakan kepemimpinan daerah kepada mereka.
Langkah konkret pun langsung diambil oleh Pemkab Kupang. Bupati Yosef Lede mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk membiayai seluruh pemangku adat di tiap desa.
“Ini adalah sejarah dimulainya pengakuan terhadap keberadaan sejarah yang ada sejak dahulu sebelum kita lahir. Mari kita bersama-sama mengembalikan marwah kerajaan-kerajaan yang pernah ada agar generasi mendatang tidak melupakan jati diri mereka,” ujar Bupati Yosef Lede penuh semangat.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Kupang melalui Dinas Pariwisata telah berkomunikasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk mendaftarkan Feset Usir Mai Nai agar tercatat sebagai festival nasional.
Pemerintah juga tengah memperjuangkan penetapan Festival Budaya Cagar Alam Fatu Suba di Kecamatan Takari sebagai cagar budaya nasional.
Melihat antusiasme tinggi pada penyelenggaraan perdana ini, Bupati Yosef Lede memastikan bahwa tahun depan skala festival akan diperluas dengan mengundang para raja, fetor, dan Usif dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan komitmen kuat dari eksekutif, legislatif, dan para tokoh adat, Feset Usif Mai Nai diharapkan terus berlanjut dari generasi ke generasi, merawat ingatan kolektif, dan mengukuhkan Kabupaten Kupang sebagai daerah yang menjunjung tinggi marwah sejarah dan budaya.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















