KUPANG, ATN – Kawasan Civic Center Oelamasi mendadak bergemuruh dalam balutan nuansa adat dan tradisi leluhur, Senin (2/11/2026).
Ribuan pasang mata menyaksikan gelaran parade budaya bertajuk Feset Usif Mai Nai, sebuah festival akbar yang menandai tonggak sejarah baru pengakuan terhadap peradaban kerajaan-kerajaan masa lampau di tanah Timor.
Festival perdana ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial atau pertunjukan seni biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum sakral untuk membuka kembali lembaran sejarah, menghormati jasa para leluhur, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kabupaten Kupang di tengah arus modernisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apresiasi Parlemen: Menjaga Fondasi Luhur di Era Modern
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada eksekutif yang telah menyediakan ruang bagi terselenggaranya kegiatan bermartabat tersebut.
Dalam pidatonya, Daniel mengingatkan bahwa Kabupaten Kupang berdiri di atas fondasi sejarah yang panjang, yang diwariskan melalui berbagai komunitas adat dan wilayah keuskupan.
Ia merinci eksistensi sejumlah swapraja besar yang membentengi peradaban lokal, seperti Amarasi dengan warisan kepemimpinan usif, Amfoang yang erat dengan kearifan lokal dan alam, serta Usif Sonbai yang menjadi simbol persatuan masyarakat Timor.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















