Pada kesempatan tersebut, Melki Laka Lena juga mengatakan jika di Provinsi NTT terutama daerah pelosok masih membutuhkan BTS USO di 900 titik blind spot dan pada 10.000 tempat pelayanan umum yang tersebar di seluruh wilayah NTT.
“NTT juga masih membutuhkan infrastruktur Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) dan jaringan fiber optik hingga ke desa guna memastikan bahwa pelayanan ke masyarakat dapat ditingkatkan dengan baik”, jelasnya.
Dengan dukungan penuh Kementerian Komdigi melalui BAKTI Komdigi ungkap Gubernur Melki Laka Lena, program unggulan One Village One Product sekiranya dapat berjalan dengan baik sehingga upaya peningkatan PAD dapat terwujud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, layanan digital yang memadai akan membantu para enterpreneur dan pengusaha serta pedagang dapat memiliki akses yang lebih baik ke pasar dan memungkinkan penjualan produk dilakukan secara online.
“Dengan demikian peningkatan PAD yang sebelumnya ada di kisaran 1,4 triliun menjadi 2,8 triliun. Salah satu peran terpenting untuk mewujudkan hal tersebut adalah kemudahan mengakses layanan telekomunikasi. Jadi kalau akses dengan pasar berjalan, e commerce berjalan, aplikasi untuk urusan penjualan berjalan, ekonomi akan meningkat”, terangnya. 
Lanjut Gubernur Melki Laka Lena, kedepan pada masa pemerintahannya bersama Wagub Jhoni Asadoma akan mengaplikasikan pengelolaan keuangan daerah berbasis digital atau E-Budgeting guna meminimalisir resiko korupsi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















