Kupang, ATN – Dalam upaya meningkatkan layanan telekomunikasi di wilayah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Kementerian Komunikasi Dan Digital (Komdigi) menggelar acara monitoring Konektivitas Digital di dua Desa di Indonesia dengan memanfaatkan jaringan BTS USO (Base Transceiver Station Universal Service Obligation)
Monitoring konektivitas digital berpusat di dua lokasi berbeda yakni Desa Idamdehe di provinsi Maluku Utara, dan Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Kegiatan yang digelar secara daring tersebut pada Kamis (12/06/2025) pagi, diikuti oleh Menteri Komdigi, Meutya Viada Hafid, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta masyarakat dan dibuka oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Fadhilah Mathar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertindak sebagai moderator, Dirut BAKTI Komdigi berkesempatan menyapa para peserta kegiatan melalui aplikasi zoom meeting yang ditemani oleh Dewan Pengawas BAKTI Komdigi Virgie Baker, dan Direktur Utama PT Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam kesempatan diskusi menyampaikan jika akses layanan telekomunikasi yang memadai sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih NTT merupakan Provinsi Kepulauan.
“Tentunya saya sangat berterima kasih kepada Ibu Menteri dan seluruh jajaran BAKTI yang mau meningkatkan kualitas konektivitas digital kami. Di NTT sangat membutuhkan akses telekomunikasi sesuai dengan yang telah disampaikan para Bupati saat bertemu dengan Ibu Menteri beberapa waktu lalu”, ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















