Sementara itu, Ketua Asosiasi Garam Industri Nasional Provinsi NTT, Daniel Cherlin dalam sambutannya mengatakan banyak pihak yang meremehkan rencana ekspansi garam kemasan beryodium ke Pulau Jawa.
Namun, berkat dorongan moril dan dukungan dari petinggi di Kabupaten Kupang terutama Bupati Kupang, produk garam beryodium dapat menembus pasar Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya baru beberapa kali bertemu Pak Bupati Kupang, atas semangat yang beliau berikan, saya menjadi semakin terpacu untuk menghadirkan produk garam kemasan supaya bisa mendongkrak PAD daerah kita. Kita tidak jual bahan baku, tapi kita jual produk jadi”, kata Daniel Cherlin.
Dengan kondisi iklim yang normal di NTT, Daniel Cherlin optimis jika empat perusahaan garam tambak penyuplai bahan baku mampu menghasilkan 150 ribu ton per tahun.

Ini mampu menjadikan NTT menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mampu mencapai target swasembada garam nasional.
“Kami berharap Bupati Kupang mampu memberikan kami dukungan moril agar produksi kami dapat berlanjut dan brand ini menjadi ciri khas Kabupaten Kupang”, pungkasnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















