Namun, Yos juga memberikan catatan penting terkait aspek keamanan pangan guna menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan.
“Terima kasih kepada mitra, ini sekolah pertama yang perdana hari ini mendapat MBG. Saya harap Mitra dapat terus menjaga konsistensi kualitas menu, pengawasan yang ketat agar makanan yang diterima anak-anak nilai gizinya tidak berkurang dan sesuai standar. Kalau bisa, tidak ada hal-hal fatal yang terjadi,” tegas Camat Sulamu.
Menjawab tantangan tersebut, Ridho selaku Ketua Yayasan Jaringan Partisipasi Warga (JPW), yayasan yang menaungi SPPG Pantai Beringin bersama tiga dapur lainnya yakni Dapur Merdeka, Kotabes dan Sillu menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem pengawasan berlapis yang ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yayasan JPW telah menunjuk dua orang penanggung jawab atau Person in Charge (PIC) di setiap sekolah dan Posyandu mitra dengan tugas Memantau ketepatan waktu pengiriman dan higienitas makanan dari dapur hingga ke tangan siswa.
Jika makanan dinilai kurang layak atau tidak memenuhi standar gizi, PIC memiliki wewenang penuh untuk melarang pembagian makanan tersebut dan segera berkoordinasi dengan pihak dapur untuk langkah penggantian menu.
Hebatnya, pengawasan ini terintegrasi secara lintas sektor. Pemantauan dilakukan langsung oleh pihak pemerintah desa, Puskesmas Sulamu, Polsek, hingga Koramil melalui sistem komunikasi grup berbasis sel (cell group).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















