Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja menyampaikan beberapa strategi kolaboratif, di antaranya:
Optimalisasi Pelayanan Samsat: Peningkatan kualitas dan ketersediaan layanan Samsat di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Integrasi Data Kendaraan: Pemanfaatan data kendaraan bermotor secara terpadu dan terintegrasi antar-instansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program dan Edukasi Bersama: Pelaksanaan sosialisasi masif mengenai pentingnya pemenuhan kewajiban administrasi kendaraan tepat waktu demi keberlangsungan dana perlindungan kecelakaan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB dan SWDKLLJ memiliki dampak ganda. Selain mengoptimalkan pendapatan daerah, dana tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kepastian perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
“Kolaborasi yang kuat akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan berlalu lintas di Provinsi Jambi,” ujar Awaluddin.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kemitraan yang erat antara Pemerintah Daerah, Jasa Raharja, dan Kepolisian merupakan kunci penting dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat yang pada akhirnya berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Setelah bertemu dengan Pemerintah Provinsi Jambi, rombongan pimpinan Jasa Raharja melanjutkan kunjungan kerja dengan menemui Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi strategis dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kecepatan penanganan korban kecelakaan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















