“Kita sudah melakukan Kapolda Cup dua kali, tapi belum dilanjutkan hingga saat ini. Piala bergilir masih dipegang oleh Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Saya harap di tahun 2025 ini, kegiatan tersebut bisa kita hidupkan kembali,” jelasnya.
Dengan digelarnya kembali Kapolda Cup, diharapkan akan muncul perhatian lebih dari pengurus pusat Pordasi dan stakeholder terkait untuk menjadikan Kabupaten Kupang sebagai lokasi strategis pacuan kuda tingkat nasional.
Usulan Kabupaten Kupang sebagai tuan rumah telah melalui tahapan komunikasi dan koordinasi resmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) baik di tingkat provinsi maupun pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepastian NTT sebagai tuan rumah PON 2028 telah ditetapkan bersama KONI. Kami di Pordasi akan terus mendorong agar pacuan kuda benar-benar masuk sebagai salah satu venue resmi PON di Kabupaten Kupang,” jelas Jerri.
Ia menambahkan, dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Kupang dan institusi Polri, sangat dibutuhkan agar pembangunan dan pembenahan arena pacuan kuda bisa dilakukan sesuai standar nasional.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Pordasi NTT itu meminta agar segera dilakukan rapat koordinasi antara semua pengurus Pordasi se-NTT, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk menyatukan langkah dan visi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















