Ia menambahkan, pembagian sistem shift ini khusus diterapkan untuk peserta didik kelas 7 dan 8. Sementara itu, siswa kelas 9 tetap dipertahankan pada jadwal pembelajaran pagi tanpa penyesuaian shift.
“Siswa kelas 9 memerlukan perhatian khusus karena agenda akademik yang padat menjelang ujian nasional dan kelulusan. Oleh sebab itu, jadwal belajar mereka tidak kami ganggu agar persiapan menghadapi ujian nasional yang penilaiannya langsung dari pusat dapat berjalan maksimal,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Sekolah, Maya Sodakh mengajak seluruh orang tua/wali murid untuk turut aktif berpartisipasi dan mendukung setiap kebijakan yang bermuara pada kebaikan serta perkembangan siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rapat ini menjadi wadah diskusi terbuka. Kami berharap para orang tua dapat memberikan masukan dan bersinergi dengan pihak sekolah demi mewujudkan disiplin serta lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak kita,” ungkap Ketua Komite didampingi anggota Jhon Pakh, Joy Mooy Mbatu.
Melalui pertemuan ini, pihak SMPN 1 Kupang Tengah berharap komitmen bersama antara sekolah dan wali murid dapat meningkatkan kedisiplinan serta kelancaran proses pembelajaran selama masa rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















