Diberitakan sebelumnya IPAL yang seharusnya menjadi benteng utama dalam penanganan limbah medis, ternyata hanya berdiri sebatas pajangan dan tidak berfungsi.
Akibatnya, limbah medis sisa pengobatan yang berbahaya tidak diproses sebagaimana mestinya, melainkan hanya dibuang ke dalam lubang dan kemudian dibakar.
Fakta memilukan ini diungkap langsung oleh Abdul Kadir selaku Kepala Puskesmas Fatukanutu, saat memberikan keterangan kepada media ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“IPAL di puskesmas kami tidak berfungsi. Tidak ada instalasi yang terhubung, tidak ada pelatihan untuk tenaga operator, sehingga limbah medis kami buang seadanya dan dimusnahkan dengan cara bakar”, beber Abdul Kadir dengan nada lirih.

Menurutnya, permasalahan IPAL bukan hanya terjadi di Fatukanutu, melainkan juga terjadi di 25 puskesmas di Kabupaten Kupang.
Dikatakan IPAL yang terpasang rata-rata tidak pernah difungsikan dan mubazir.
Ironisnya, hingga saat ini sumber anggaran proyek IPAL tersebut tidak jelas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















