Jermias Mone Menilai Penyidik Tipikor Polres Kupang Tidak Berani Ungkap Kasus GOR Komitmen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Desember 2023 - 11:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 80 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jermias Mone,

Foto: Jermias Mone,

Oelamasi, AtlasNews.ID – Jermias Mone menilai Penyidik Tipikor Kepolisian Resor Kupang tidak berani dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gelanggang Olahraga(GOR) Komitmen kabupaten kupang.

Hal tersebut di tegaskan oleh ketua Komunitas Jurnalis Kabupaten Kupang (KONJAKK) Jermias Mone, SH., saat di konfirmasi media ini, rabu(13/12/2023).

“Penyidik Tipikor ini harus jujur menyampaikan ke masyarakat dan berani mengusut tuntas persoalan ini karena begitu besar dana yang sudah di gunakan dalam proyek pembangunan GOR komitmen, tetapi terindikasi tidak benar pemanfaatannya,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya Polemik dugaan korupsi pembangunan Gelanggang Olahraga(GOR) Komitmen di Desa Oelamasi, Kecamatan Kupang Tengah kini menjadi tranding topik khususnya bagi warga Kabupaten Kupang-NTT.

“Masyarakat juga bertanya, mereka ingin tahu perkembangan status kasus ini, karena sudah jadi atensi publik. Pertanyaannya apakah masih penyelidikan atau sudah penyidikan. Kalau penyidikan maka segera sudah tetapkan tersangka. Jangan lagi berpikir soal politik,” Ujarnya.

Sejumlah pihak tercatat telah dipanggil sebagai saksi dan mintai keterangan oleh penyidik Tipikor yang menangani kasus ini. Para pihak yang terperiksa diduga mengetahui persis proses awal hingga akhir pembangunan GOR dimaksud. Namun, masyarakat kini bertanya-tanya sejauhmana perkembangan proses yang sedang bergulir di Polres Kupang.

Jermias Mone yang merupakan warga Kecamatan Kupang Tengah mengatakan, penyidik Polres Kupang ditantang memanggil dan memeriksa para “bandar” sebagai saksi. “Bandar” yang dimaksudkan adalah para pihak yang memiliki kewenangan atas perintah regulasi.

“Pengungkapan kasus ini harus tepat sasaran. Contoh tepat sasaran yaitu kurir nya jangan di korbankan, harusnya bandarnya juga harus di tangkap,” jelasnya.

Menurut ketua komunitas jurnalis kabupaten kupang itu, setidaknya terdapat dua pihak yang dimaksudkan sebagai “bandar” yang harusnya dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Polres Kupang.

Jermias Mone Menilai Penyidik Tipikor Polres Kupang Tidak Berani Ungkap Kasus GOR Komitmen
foto: istimewa.

Pertama yaitu Badan Anggaran DPRD atau pihak yang karena amanat regulasi diberikan kewenangan menyetujui anggaran di Dinas Pemuda dan Olahraga sebesar Rp. 5,5 miliar pada perubahan APBD tahun 2022. Dana sejumlah itu terindikasi kemudian digunakan untuk membayar kepada kontraktor pelaksana PT. Dua Sekawan.

“Ya itu memang kewenangan lembaga itu menyetujui anggaran karena hal itu memang salah satu fungsinya,”ujarnya.

Dana yang dialokasikan dan disepakati dalam rapat paripurna itu mestinya diikuti dengan kesepakatan untuk memberi tanda * (bintang) pada mata anggaran tersebut. Tanda * (bintang) dapat di cabut seketika bila proses pembayaran oleh Pemerintah kepada pihak ketiga tidak akan menimbulkan persoalan hukum dikemudian hari.

Baca Juga :  Cegah Penyakit Masyarakat Dan Cipta Kondisi Jelang Pilkada, Polres Kupang Gelar Operasi Pekat Turangga 2024

Mayoritas fraksi di DPRD pada saat pembahasan anggaran khusus untuk GOR kabarnya menolak ikut menyetujui, tetapi anehnya dana itu kemudian masuk dalam persediaan dana di Dinas Pemuda dan Olahraga dan akhirnya digunakan membayar pekerjaan GOR kepada kontraktor pelaksana.

Pihak kedua ungkapnya, yakni pejabat daerah yang memiliki kewenangan dengan memerintahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan GOR melakukan pembayaran.

Ia mengatakan, hal ini murni kesalahan prosedur yang dilakukan oleh kedua pihak diatas yang berujung pada kerugian keuangan negara. Maka seharusnya kedua pihak tersebut yaitu Badan Anggaran DPRD yang membahas anggaran Rp. 5,5 miliar itu beserta pihak yang memiliki kewenangan memerintahkan dilakukannya pembayaran.

“Arah penungkapan kasus ini seputar kesalahan prosedur dalam pembangunan Gelanggang olahraga sehingga pihak pihak yang terlibat dalam prosedural tersebut harus di periksa oleh Polres Kupang,” jelasnya.

Padahal beber Jermi Mone, masa kontrak telah usai setelah tiga kali diberikan adendum sudah selesai, maka semestinya Pemerintah melakukan pemutusan hubungan kerja sekaligus membuat daftar hitam kepada pelaksana dan sisa nilai pekerjaan ditenderkan ulang.

Meskipun demikian, Pemerintah melalui Dinas bersangkutan dan PPK tetap memberikan ruang kepada pelaksana sebelumnya untuk melanjutkan pekerjaan tanpa prosedur yang benar atau hanya berdasarkan pernyataan dibawah tangan (perintah kerja) yang dibuat dan disepakati oleh pemerintah dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen.

“Kedua pihak yang terlibat tersebut harusnya ikut dipanggil dan diperiksa penyidik sebagai saksi,” tegasnya.

Ada pula pihak lain yang juga harus dimintai keterangan oleh penyidik adalah fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kupang yang kabarnya menolak atau tidak setuju terhadap pembayaran pekerjaan GOR Komitmen. Fraksi-fraksi itu dimintai keterangannya terkait alasan tidak ikut menyetujui.

Berita Terkait

Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”
Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik
Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT
Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”
Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan
DPRD Kabupaten Kupang Gelar Sidang di Masa Reses, Sah Secara Aturan?
5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan
BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:04 WITA

Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”

Sabtu, 18 April 2026 - 21:08 WITA

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 10:39 WITA

Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT

Sabtu, 18 April 2026 - 10:23 WITA

Pakar Hukum Soroti Tumpang Tindih Pansus LKPJ dan Reses: “Sah Prosedural, Cacat Tujuan”

Sabtu, 18 April 2026 - 06:55 WITA

Dugaan Anggaran Ganda, Pelaksanaan Reses dan Pansus LKPJ di DPRD Kabupaten Kupang Dipertanyakan

Kamis, 16 April 2026 - 11:31 WITA

5 Desa di Kupang Barat Belum Tetapkan APBDes, Pemerintah Kecamatan Siapkan Surat Peringatan

Kamis, 16 April 2026 - 11:18 WITA

BPD dan Pemerintah Desa Tablolong Tetapkan APBDes 2026 Melalui Musyawarah

Kamis, 16 April 2026 - 10:30 WITA

Sikapi Polemik Kadus ‘Aktif’ Meski Purna Tugas, Camat Fatuleu Akan Segera Audit Administrasi Desa Tolnaku

Berita Terbaru