Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 44 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia memberikan contoh seperti apa yang dialami oleh sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani yang berada dalam kompleks Persawahan Dalam Kom, Kelurahan Babau.

Sejumlah anggapan menyebar dikalangan para petani.

Selain itu, terkait kendala di lapangan, pengelola menegaskan bahwa alat yang pernah diterima oleh kelompok tani tersebut berasal dari Saleh Husein, anggota DPR RI, yang diperuntukkan bagi wilayah Dalam Kom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Faktanya, memang dipakai ke mana-mana, tapi untuk di Dalam Kom ya memang kenyataannya seperti itu. Karena yang punya alat, ketua kelompok, memiliki lahan yang banyak, jadi otomatis dia akan melayani miliknya dulu,” tambahnya.

Meski demikian, Semmy menyadari adanya keluhan tersebut dan berharap kedepannya terdapat solusi strategis terkait ketersediaan suku cadang agar operasional tidak terhambat.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah dan pengusaha dapat bekerja sama, khususnya dalam ketersediaan suku cadang di wilayah Kupang agar proses panen petani tidak terganggu.

“Mungkin ini saran terakhir dari kelompok tani, karena combine ini sekarang sudah banyak. Kalau bisa, Pemda dengan pengusaha bisa bekerja sama agar kalau bisa suku cadangnya dijual di Kupang, seperti tali kipas ini,” tutupnya

Hal senada di ungkapkan oleh Habel Lobo, Ketua Poktan Anugrah.

Baca Juga :  Pelatihan PPGD: Jasa Raharja Bekali Masyarakat dengan Ilmu Pertolongan Pertama

Berita Terkait

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab
Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka
Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ
Bupati Yosef Lede Gercep! Kelangkaan BBM di Amfoang Pesisir Segera Teratasi, 4.000 Liter Siap Didistribusikan
Warga Desak Evaluasi Total dan Minta Korwil BGN Dicopot Pasca Kasus Keracunan Siswa SDN Onitua
Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”
“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG
Geger! 23 Siswa di Kupang Barat Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Batakte Sigap Beri Pertolongan Pertama

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:16 WITA

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:25 WITA

Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:33 WITA

Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:03 WITA

Bupati Yosef Lede Gercep! Kelangkaan BBM di Amfoang Pesisir Segera Teratasi, 4.000 Liter Siap Didistribusikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:32 WITA

Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:25 WITA

“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:46 WITA

Geger! 23 Siswa di Kupang Barat Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Batakte Sigap Beri Pertolongan Pertama

Berita Terbaru