Ia memberikan contoh seperti apa yang dialami oleh sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani yang berada dalam kompleks Persawahan Dalam Kom, Kelurahan Babau.
Sejumlah anggapan menyebar dikalangan para petani.
Selain itu, terkait kendala di lapangan, pengelola menegaskan bahwa alat yang pernah diterima oleh kelompok tani tersebut berasal dari Saleh Husein, anggota DPR RI, yang diperuntukkan bagi wilayah Dalam Kom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Faktanya, memang dipakai ke mana-mana, tapi untuk di Dalam Kom ya memang kenyataannya seperti itu. Karena yang punya alat, ketua kelompok, memiliki lahan yang banyak, jadi otomatis dia akan melayani miliknya dulu,” tambahnya.
Meski demikian, Semmy menyadari adanya keluhan tersebut dan berharap kedepannya terdapat solusi strategis terkait ketersediaan suku cadang agar operasional tidak terhambat.
Ia mengusulkan agar pemerintah daerah dan pengusaha dapat bekerja sama, khususnya dalam ketersediaan suku cadang di wilayah Kupang agar proses panen petani tidak terganggu.
“Mungkin ini saran terakhir dari kelompok tani, karena combine ini sekarang sudah banyak. Kalau bisa, Pemda dengan pengusaha bisa bekerja sama agar kalau bisa suku cadangnya dijual di Kupang, seperti tali kipas ini,” tutupnya
Hal senada di ungkapkan oleh Habel Lobo, Ketua Poktan Anugrah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















