Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 45 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurutnya, sempat muncul anggapan di kalangan masyarakat bahwa penggunaan combine harvester (mesin panen) hanya ditujukan sebagai alat bisnis komersial semata.

Menurut Habel, anggapan tersebut keliru dan tidak tepat. Ia menekankan bahwa kehadiran mesin combine di Kupang, khususnya di Kupang Timur, telah menjadi kebutuhan mendesak bagi para petani.

“Menurut beta, itu bahasa yang keliru. Kita tahu lah, lahan sawah yang ada di Kupang ini sangat luas. Kebutuhan combine ini untuk membantu petani dalam proses panen,” ujar Habel dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Habel menjelaskan, faktor utama yang mendasari tingginya kebutuhan akan mesin panen ini adalah pola tanam petani yang cenderung serentak. Saat musim panen tiba, seluruh lahan siap dipanen dalam waktu bersamaan. Kondisi ini membuat tenaga kerja manual tidak mencukupi, sehingga penggunaan mesin menjadi solusi yang tak terelakkan.

Lebih lanjut, Habel memaparkan bahwa hingga saat ini, kelompok tani yang dipimpinnya telah mengelola sekitar 13 hingga 14 hektar lahan dalam kurun waktu dua minggu operasional. Namun, ia tak menampik bahwa pelaksanaan operasional di lapangan bukannya tanpa kendala.

“Pelaksanaan di lapangan lancar-lancar saja, tapi karena keadaan cuaca yang tidak menentu, ini yang membuat kita sedikit terhambat dan tidak maksimal,” ungkapnya.

Habel berharap masyarakat dapat memahami bahwa penggunaan alat mekanisasi pertanian seperti combine harvester bukan sekadar untuk kepentingan bisnis pribadi, melainkan upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan hasil panen di tengah keterbatasan tenaga kerja dan tantangan cuaca.

Baca Juga :  BBH Global Flobamora Cabang Kupang Bagi 100 Paket Sembako Pada Kaum Lansia

Berita Terkait

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab
Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka
Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ
Bupati Yosef Lede Gercep! Kelangkaan BBM di Amfoang Pesisir Segera Teratasi, 4.000 Liter Siap Didistribusikan
Warga Desak Evaluasi Total dan Minta Korwil BGN Dicopot Pasca Kasus Keracunan Siswa SDN Onitua
Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”
“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG
Geger! 23 Siswa di Kupang Barat Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Batakte Sigap Beri Pertolongan Pertama

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:29 WITA

Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:16 WITA

Penyebab Keracunan Siswa SDN Onitua Belum Terungkap, Dinkes Kupang: Tunggu Hasil Lab

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:25 WITA

Perkuat Budaya Keselamatan, Jasa Raharja dan Korlantas Gandeng Komunitas Pengemudi Sosialisasikan Fitur Lapor Laka

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:33 WITA

Progres APBDes Kupang Tengah: 2 Desa Masuk Tahap Dua, Camat Yuni Padja Ingatkan Segera Selesaikan SPJ

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:03 WITA

Bupati Yosef Lede Gercep! Kelangkaan BBM di Amfoang Pesisir Segera Teratasi, 4.000 Liter Siap Didistribusikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:32 WITA

Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: “Itu Bukan Keracunan”

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:25 WITA

“Dagingnya Merah dan Berbau”: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:46 WITA

Geger! 23 Siswa di Kupang Barat Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Batakte Sigap Beri Pertolongan Pertama

Berita Terbaru