Berdasarkan keterangan Mel Pellu begitu ia disapa, terdapat kejanggalan dalam operasional dapur umum BGN. Meski melibatkan tenaga ahli seperti ahli gizi, kepala dapur, hingga ahli akuntan, makanan yang disajikan justru diduga basi dan tidak layak konsumsi.
“Sangat tidak masuk akal jika ada ahli gizi di sana tapi makanan bisa sampai basi. Ada dugaan bahan makanan yang dipaksakan untuk diolah meski kondisinya sudah tidak baik,” tambah sumber warga dalam sebuah rekaman percakapan yang diterima media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntut Pencopotan Korwil BGN
Warga menilai Korwil BGN gagal menjalankan fungsi kontrol dan koordinasi di lapangan. Oleh karena itu, evaluasi total terhadap jajaran struktural BGN di wilayah tersebut dianggap harga mati untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Warga lainnya juga meminta agar BGN Pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja di dapur SPPG Tablolong. Menurutnya, kegagalan pengawasan ini mengancam keselamatan generasi penerus.
“Kalau bisa dievaluasi semuanya. Ahli Gizi, Akuntan, Kepala Dapur hingga Korwil-nya harus diganti karena tidak ada pengawasan di lapangan,” pungkasnya.
Kritik Pedas Terhadap Pernyataan Korwil BGN
Kemarahan warga semakin tersulut oleh pernyataan Korwil BGN Kabupaten Kupang yang dinilai meremehkan situasi. Pihak Korwil sempat menyebut insiden ini bukan sebagai “keracunan”, melainkan hanya sebuah “kejadian menonjol”.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















