Sumber tersebut menyayangkan sikap Deasy Ballo yang tanpa malu menyekolahkan anaknya pakai dana APBD. Seharusnya, lanjut sumber, siswa-siswi berprestasi dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Kupang yang patut disekolahkan pemerintah menggunakan dana APBD.

“Di luar sana banyak sekali anak dari keluarga tidak mampu tetapi berpretasi. Seharunya anak-anak berpretasi dari keluarga tidak mampu ini yang dibiayai pendidikannya pakai APBD”, ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nama-nama mahasiswa fakultas kedokteran yang dibiayai pemerintah Kabupaten Kupang menggunakan dana APBD yakni:
1. Lidya Lyke Sonbait, periode akademik 2017/2018, Universitas Nusa Cendana.
2. Roswita Sisilia Tosi, periode akademik 2017/2018, Universitas Ukrida.
3. Petrus T.J Hudin, periode akademik 2018/2019, Universitas Nusa Cendana.
4. Desri Fonita Ukat, periode akademik 2017/2018, Universitas Nusa Cendana.
5. Diana A. Markus, periode akademik 2017/2018, Universitas Nusa Cendana.
6. Syalomo E.S. Malole Ballo, tahun akademik 2023/2024, Universitas Kristen Indonesia (UKI).
7. Ingrid Cantika Bullak, periode akademik 2023/2024, Universitas Mahasaraswati.
Dalam data yang diterima dari sumber tersebut, tertera biaya pendidikan fakultas kedokteran dari Syalomo E.S. Malole Ballo, anak dari Deasy Ballo Foeh tersebut sebesar Rp 55.000.000 (lima puluh lima juta) per tahun.
Saat media berusaha melakukan konfirmasi kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kupang, Dina Masneno melalui panggilan telepon namun belum direspon.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















