Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Trans Amfoang Rusak, Warga Mengeluh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Mei 2024 - 02:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 380 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi Infrastruktur jalan dan jembatan  yang rusak di wilayah Amfoang.

Foto: Kondisi Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Amfoang.

Oelamasi, AtlasNews.ID – Rusaknya sejumlah infrastruktur jembatan dan jalan penghubung Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya menuju Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, kondisi rusaknya sejumlah infrastruktur tersebut sudah sekian lama dan belum pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kupang maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami butuh akses jalan yang layak. Saat musim hujan lebih mempersulit kami ketika hendak ke Kupang atau sekedar akan memasarkan hasil perkebunan. Sekian lama kami menanti uluran tangan pemerintah tapi sampai saat ini belum ada,” ujar Yunus Kaunine kepada media ini,  Selasa, (14/05/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yunus mengakui, kondisi jalan penghubung yang rusak tersebut sulit digunakan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua. Dibeberapa titik ada jalan yang tergerus oleh aliran banjir dan rubuh.

“Saya selalu gunakan jalan ini untuk beraktifitas, sebelum kali kapsali, saya harus lewat jalan yang hampir rubuh ini. Jalan ini sekitar tanggal 2 April rusak akibat tergerus banjir kali Kapsali sampai saat ini belum diperbaiki. Kalau pemerintah ada hati tolong kami dulu,” ungkapnya.

Dari pantauan media ini, kondisi ruas jalan yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut dan Amfoang Utara sangat jauh dari kata layak.

Ruas jalan Soliu menuju Naikliu misalnya, masih didapati sejumlah jembatan dan plat deker roboh ditambah jalan yang masih belum diberi lapisan aspal hanya batuan lepas.

Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Trans Amfoang Rusak, Warga Mengeluh
Foto: Kondisi Infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Amfoang.

Sementara itu, Kepala Desa Afoan, Yan Kameo usai ditemui awak media, Selasa (14/05) di GMIT Narwastu Naetoko Afoan, Kecamatan Amfoang Utara menyebut jika Amfoang merupakan daerah pembuangan sebab Amfoang merupakan daerah terisolir dengan kondisi akses jalan yang rusak.

“Dari jaman orde lama hingga reformasi seperti saat ini, kami selalu mengeluh perihal akses jalan dan sarana lainnya namun hingga saat ini tidak ada perubahan. Warga kami sulit jika sedang sakit hendak rujuk ke kupang akan alami kesulitan atau para petani yang akan memasarkan hasil pertanian mereka. Makin parah kalau hujan tiba karna kali cukup luas,” ucapnya.

“Memang akhir akhir ada kapal fery namun tidak rutin, kadang 3 bulan baru jalan dan jadwal tidak menentu. Masyarakat lebih pilih lewat darat ketimbang jalur laut. Kami sangat kesulitan. Indonesia sudah merdeka 78 tahun tapi kami di Amfoang belum merdeka,” tambahnya.

Baca Juga :  Nomor 1 Selesaikan LPJ Dana Desa Tahap I, Kades Fatukanutu : Bukti Kerjasama Tim

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Kupang dapat memperhatikan kondisi sarana transportasi wilayah Amfoang yang belum layak agar segera diperbaiki agar masyarakat Amfoang tidak merasa tertinggal dari segi pembangunan seperti Kecamatan lain yang ada di Kabupaten Kupang.

“Kalau di Amarasi, jalan hot mix, licin, rata, baik jalan kabupaten maupun sampe dalam gang. Kami juga ingin seperti itu,” tutupnya.

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru