Oelamasi, AtlasNews.ID – Warga Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, keluhkan rusaknya akses jalan penghubung desa dan dapat membahayakan pengguna jalan ketika musim hujan tiba.
Dari pantauan media AtlasNews.ID, pada rabu (03/04/2024) siang, terlihat kondisi jalan penghubung antara Desa Oelnasi yang berada di wilayah Kecamatan Kupang Tengah dan desa lain di wilayah Kecamatan Taebenu hingga desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat cukup memprihatinkan.
Pasalnya, di beberapa titik jalan terdapat lubang besar yang diakibatkan oleh gerusan air ketika hujan tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini makin diperparah dengan kontur jalan yang landai dan memiliki turunan curam.
Okto Binaf, Warga RT 008/ RW 004, Dusun III, Desa Oelnasi saat berada di lokasi mengatakan, akses jalan tersebut merupakan jalan pintas yang sering dilewati masyarakat ketiga desa tersebut untuk mempersingkat waktu dan jarak tempuh.
Menurutnya, kondisi jalan sepanjang 500 meter ini sangat berbahaya untuk dilewati ketika kondisi musim hujan seperti saat ini.
“Jalan ini sangat bahaya kalau lewat saat musim hujan, selain karna licin, juga adanya lubang besar dibeberapa titik. Sudah banyak warga yang pernah celaka di jalan ini,” jelasnya.
“Banyak warga dari beberapa desa di Kecamatan Taebenu dan desa Tunbaun lebih memilih untuk melewati jalan tersebut karna dapat mempersingkat jarak, dari pada lewat jalur lain,” tambahnya.
Dikatakan, jalan penghubung tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2009 oleh Plt Kepala Desa saat itu, Paul Bouk.
Ia juga mengatakan, pada beberapa kesempatan warga di Dusun III desa Oelnasi telah melakukan kegiatan swadaya perbaikan jalan.

Okto Binaf berharap Pemerintah Kabupaten Kupang dapat segera memperbaiki jalan yang menjadi akses satu satunya yang digunakan warga setempat.
“Dengan publikasi media saya berharap Pemkab Kupang dapat segera merespons demi kepentingan pengguna jalan. Kami sebagai warga sadar jika jalan ini tidak bisa diperbaiki dengan intervensi dana desa karna mungkin tidak cukup. Sekali lagi saya harap Pemkab Kupang lewat dinas terkait segara perbaiki jalan ini,” harapnya.
Sementara itu, Ines Maria yang merupakan pengguna jalan mengeluhkan hal serupa.
Dirinya yang berprofesi sebagai Guru di SMKN 1 Bokong mengatakan, jalan yang sering ia lewati bersama rekan guru yang lain adalah medan yang cukup menantang.
“Akhir akhir ini cukup sulit untuk dilewati karna kondisi jalan licin akibat hujan. Saya sudah pernah hampir tergelincir di tempat ini, benar benar beresiko,” ungkapnya.
Ines Maria berharap jalan penghubung tersebut dapat segera diperbaiki agar warga dan pengguna jalan dapat melewatinya dengan aman dan tanpa mengalami resiko kecelakaan.
“Tempat tugas kami di SMKN 1 Bokong, setiap hari kami lewat sini. Kalau lewat Oelpuah lebih jauh dan jalannya rusak juga. Lewat sini lebih cepat, meskipun kondisi rusak,” tutupnya.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















