Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 03:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 123 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Hingga saat ini sejumlah Korban Bencana Seroja masih tinggal di Gubuk Kecil, membuat masyarakat kecewa bahkan meneteskan air mata sambil mempertanyakan hati nurani pemerintah daerah dan para perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Kupang yang menebar janji kepada masyarakat desa Pukdale.

Sekitar ratusan warga desa Pukdale tinggal di gubuk kecil untuk bertahan hidup, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan akibat bencana alam silikon tropis (SEROJA) yang melanda Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 4 April 2021 yang lalu.

Hiruk pikuk sejumlah masyarakat desa Pukdale menjalankan kehidupan yang tidak layak selama kurang lebih 3 tahun namun rupanya pemerintah daerah kabupaten Kupang abaikan begitu saja hingga beberapa warga meneteskan air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah
Foto: Salah satu rumah Warga desa pukdale korban seroja.

Hal ini terlihat saat tim media turun ke desa Pukdale, kecamatan Kupang timur, kabupaten Kupang NTT Jumat, (9/12/2023). Beberapa warga yang menangis saat menceritakan kisah hidupnya dalam menghadapi proses kehidupan dibawa gubuk kecil.

Salah satu warga Pukdale yang enggan namanya disebutkan mengisahkan bahwa 191 Kepala keluarga (KK) terdampak bencana Seroja termasuk dirinya, belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Kupang, dan provinsi NTT, maupun pemerintah pusat.

Dalam pantauan media ini dari 191 warga terdampak bencana Seroja ada sebagian besar warga yang belum mampu memperbaiki kembali atau membangun kembali rumah layak huni, akibatnya warga harus bertahan hidup di gubuk kecil dengan hanya beralaskan tikar di atas tanah.

Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah
Foto: Rumah warga korban seroja, desa Pukdale.

“Kami tidur di atas tanah hanya alas tikar, kami juga masak disitu (gubuk kecil) dan tidur disitu.”ujar salah satu warga yang tidak mau namanya disebutkan dalam pemberitaan samil meneteskan air mata.

“Mama dewan (Deasy Ballo) hanya tebar janji bilang bulan, April 2022, habis itu Mei, datang lagi Juni sampai Desember tahun 2022 belum ada bantuan sama sekali sekarang sudah masuk Desember 2023” Ujar warga dengan wajah kesal

Lebih lanjut warga menduga bahwa oknum anggota DPRD tersebut merasa punya basis masa di desa Pukdale sehingga tidak lagi memikirkan warga terdampak Seroja karena jumlahnya hanya 190 Kepala keluarga (KK). Namun kata warga, siapapun masyarakat di dapil I harus diwakilkan tanpa membedakan status kekeluargaan atau apapun itu karena telah dipercayakan untuk menjadi wakil rakyat.

Baca Juga :  Sebanyak 7531 Anggota KPPS Dilantik Serentak, PPS Oebelo Dan Tanah Merah Gelar Aksi Tanam Pohon

“Mama Deasy yang paling banyak janji kami di Pukdale, tapi hasilnya tidak ada. Mungkin mama dewan rasa warga yang jadi Korban Bencana hanya sedikit sedangkan mama deasy butuh banyak suara untuk jadi dewan padahal kita semua sebagai warga dapil satu harus diwakili oleh DPRD dari dapil satu.” Ujar warga

Selain itu salah satu warga yang juga enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa ada dugaan permainan data bantuan Seroja di tingkat desa, lantas ada warga yang rumahnya tidak terdampak bencana Seroja namun namanya ada di dalam data relokasi.

“Data yang seharusnya adalah 190 (KK) namun setelah data-data hendak dikirimkan ternyata ada 191 (KK).”Ungkap warga. (*)

Sumber Berita : SuaraNTT.com

Berita Terkait

Kerja Sama Jasa Raharja NTT dan SMP Negeri 5 Kupang: Wujud Kepedulian pada Keselamatan Lalu Lintas
Tepis Isu Keretakan Bupati dan Wabup. DPD PSI Kabupaten Kupang: Tidak Benar, Justru Makin Mesra!
Dukung Pemulihan Pasca Bencana, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Sosial di Kabupaten Pidie, Aceh
Taat Setor Pajak PBB, Tagihan 2024 Tertulis Hutang. Warga Desa Oematnunu Meradang! 
Dituding Lakukan Penyerobotan Lahan, Kades Tesabela Angkat Bicara. Fakta Mencengangkan Terungkap! 
Disudutkan Pemberitaan Tanpa Konfirmasi, Ketua FKUB Sebut Ada Pelanggaran Etika
Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan 
Digiring Ketua LP2TRI, Ayub Titu Eki Menampik. Berikut Klarifikasinya!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:30 WITA

Kerja Sama Jasa Raharja NTT dan SMP Negeri 5 Kupang: Wujud Kepedulian pada Keselamatan Lalu Lintas

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:19 WITA

Tepis Isu Keretakan Bupati dan Wabup. DPD PSI Kabupaten Kupang: Tidak Benar, Justru Makin Mesra!

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:20 WITA

Dukung Pemulihan Pasca Bencana, Jasa Raharja Salurkan Bantuan Sosial di Kabupaten Pidie, Aceh

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:16 WITA

Taat Setor Pajak PBB, Tagihan 2024 Tertulis Hutang. Warga Desa Oematnunu Meradang! 

Kamis, 4 Desember 2025 - 06:49 WITA

Dituding Lakukan Penyerobotan Lahan, Kades Tesabela Angkat Bicara. Fakta Mencengangkan Terungkap! 

Sabtu, 29 November 2025 - 11:30 WITA

Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan 

Sabtu, 29 November 2025 - 08:00 WITA

Digiring Ketua LP2TRI, Ayub Titu Eki Menampik. Berikut Klarifikasinya!

Jumat, 28 November 2025 - 12:58 WITA

Pendaftaran Lomba Hias Pohon Natal 2025 Diperpanjang. Update Terbaru Sudah Mencapai 40 Peserta!

Berita Terbaru