Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 03:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 164 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Hingga saat ini sejumlah Korban Bencana Seroja masih tinggal di Gubuk Kecil, membuat masyarakat kecewa bahkan meneteskan air mata sambil mempertanyakan hati nurani pemerintah daerah dan para perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Kupang yang menebar janji kepada masyarakat desa Pukdale.

Sekitar ratusan warga desa Pukdale tinggal di gubuk kecil untuk bertahan hidup, dengan kondisi yang sangat memprihatinkan akibat bencana alam silikon tropis (SEROJA) yang melanda Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 4 April 2021 yang lalu.

Hiruk pikuk sejumlah masyarakat desa Pukdale menjalankan kehidupan yang tidak layak selama kurang lebih 3 tahun namun rupanya pemerintah daerah kabupaten Kupang abaikan begitu saja hingga beberapa warga meneteskan air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah
Foto: Salah satu rumah Warga desa pukdale korban seroja.

Hal ini terlihat saat tim media turun ke desa Pukdale, kecamatan Kupang timur, kabupaten Kupang NTT Jumat, (9/12/2023). Beberapa warga yang menangis saat menceritakan kisah hidupnya dalam menghadapi proses kehidupan dibawa gubuk kecil.

Salah satu warga Pukdale yang enggan namanya disebutkan mengisahkan bahwa 191 Kepala keluarga (KK) terdampak bencana Seroja termasuk dirinya, belum tersentuh bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Kupang, dan provinsi NTT, maupun pemerintah pusat.

Dalam pantauan media ini dari 191 warga terdampak bencana Seroja ada sebagian besar warga yang belum mampu memperbaiki kembali atau membangun kembali rumah layak huni, akibatnya warga harus bertahan hidup di gubuk kecil dengan hanya beralaskan tikar di atas tanah.

Korban Seroja Desa Pukdale Masih Tinggal Di Gubuk Kecil, Warga: Di Mana Hati Nurani Pemerintah
Foto: Rumah warga korban seroja, desa Pukdale.

“Kami tidur di atas tanah hanya alas tikar, kami juga masak disitu (gubuk kecil) dan tidur disitu.”ujar salah satu warga yang tidak mau namanya disebutkan dalam pemberitaan samil meneteskan air mata.

“Mama dewan (Deasy Ballo) hanya tebar janji bilang bulan, April 2022, habis itu Mei, datang lagi Juni sampai Desember tahun 2022 belum ada bantuan sama sekali sekarang sudah masuk Desember 2023” Ujar warga dengan wajah kesal

Lebih lanjut warga menduga bahwa oknum anggota DPRD tersebut merasa punya basis masa di desa Pukdale sehingga tidak lagi memikirkan warga terdampak Seroja karena jumlahnya hanya 190 Kepala keluarga (KK). Namun kata warga, siapapun masyarakat di dapil I harus diwakilkan tanpa membedakan status kekeluargaan atau apapun itu karena telah dipercayakan untuk menjadi wakil rakyat.

Baca Juga :  SMPN 1 Kupang Tengah Gelar Rapat Orang Tua Wali Murid, Bahas Tata Tertib Hingga Sistem Pembelajaran Shift

“Mama Deasy yang paling banyak janji kami di Pukdale, tapi hasilnya tidak ada. Mungkin mama dewan rasa warga yang jadi Korban Bencana hanya sedikit sedangkan mama deasy butuh banyak suara untuk jadi dewan padahal kita semua sebagai warga dapil satu harus diwakili oleh DPRD dari dapil satu.” Ujar warga

Selain itu salah satu warga yang juga enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa ada dugaan permainan data bantuan Seroja di tingkat desa, lantas ada warga yang rumahnya tidak terdampak bencana Seroja namun namanya ada di dalam data relokasi.

“Data yang seharusnya adalah 190 (KK) namun setelah data-data hendak dikirimkan ternyata ada 191 (KK).”Ungkap warga. (*)

Sumber Berita : SuaraNTT.com

Berita Terkait

SNT 10 Kupang Siap Ground Breaking November: Lahan Clear, 80 Siswa Siap Huni Gedung Baru di TA 2027/2028
Tumbang dari Tribrata FC, Asa PS Kabupaten Kupang Tembus 16 Besar Tetap Terbuka Lebar!
Dorong Ekonomi Daerah, Bupati Yosef Lede Minta Bank NTT Bergerak Lebih Gesit
Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital
Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA
Yang Lain Cuma Janji, Yosef Lede Beri Bukti: Jalan Ikan Foti Siap Dikerjakan, 16 M Digelontorkan!
FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa
Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:45 WITA

SNT 10 Kupang Siap Ground Breaking November: Lahan Clear, 80 Siswa Siap Huni Gedung Baru di TA 2027/2028

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:09 WITA

Tumbang dari Tribrata FC, Asa PS Kabupaten Kupang Tembus 16 Besar Tetap Terbuka Lebar!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Dorong Ekonomi Daerah, Bupati Yosef Lede Minta Bank NTT Bergerak Lebih Gesit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49 WITA

Akselerasi Penanganan Korban Kecelakaan: Jasa Raharja dan RS Hermina Sepakati Integrasi Sistem Digital

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Komitmen Lindungi Penumpang Udara, Jasa Raharja Sabet Penghargaan Strategis di HUT ke-56 INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:51 WITA

FKUB dan Kesbangpol Kupang Perkuat Mitigasi Dini Kerukunan Beragama Hingga Tingkat Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Sapu Ketergantungan dari Kota Kupang, Bupati Yosef Lede Bangun TPI Noelbaki: “Warga Lokal Tak Boleh Jadi Penonton”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:41 WITA

Beda Wewenang Tak Halangi Pelayanan, Bupati Yosef Lede Eksekusi Jalan Ikan Foti 4 KM!

Berita Terbaru