Kupang, ATN – Gelombang protes datang dari beberapa warga Desa Tablolong menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 23 siswa SDN Onitua pada Rabu pagi.
Warga menuntut pertanggungjawaban serius dan mendesak agar Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) segera diganti.
Desakan ini dipicu oleh dugaan kelalaian dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan belasan anak harus dilarikan ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga Korban Menyesalkan Kelalaian Dapur SPPG
Salah satu warga, Melrian Pellu, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas insiden ini. Melrian mengungkapkan bahwa keponakannya merupakan salah satu korban yang hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di RS Ben Mboi.
“Kami sangat menyesali kejadian ini. Bagaimana mungkin makanan yang diawasi oleh tenaga ahli bisa menyebabkan keracunan? Ini menyangkut nyawa anak-anak kami,” ujar Melrian saat dikonfirmasi media melalui panggilan telepon, Rabu (13/05) malam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















