Kupang, ATN – Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Fatuleu terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sillu, Kabupaten Kupang, membuka kotak pandora buruknya tata kelola lembaga tersebut.
Bukannya fokus pada perbaikan sistemik, sikap defensif dan cenderung intimidatif justru dipertontonkan oleh pihak pengelola saat berhadapan dengan awak media.
Dalam proses klarifikasi yang berlangsung di Kantor Camat Fatuleu pada Rabu (3/6/2026), atmosfer ruang wawancara sempat memanas. Pengelola SPPG Sillu, Wiliam Yosep Tiodoris, kedapatan berulang kali mencecar tim media mengenai sumber informasi jurnalis terkait berbagai carut-marut di SPPG Sillu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini tim media mana, dari mana dapat informasi, dari siapa?,” cecar Wiliam sembari berulang kali mendekati wartawan, sebuah tindakan yang dinilai awak media sebagai bentuk intimidasi dan tekanan psikologis terhadap kebebasan pers.
Meski akhirnya melontarkan permohonan maaf dengan dalih menjaga “kerahasiaan data internal, sikap Wiliam ini justru memicu kecurigaan publik atas apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh pihak pengelola.
Mengaku Salah, Tapi Lempar Tanggung Jawab?
Saat didesak mengenai akuntabilitas pengelolaan, Wiliam akhirnya mengakui adanya temuan berskala “minor hingga mayor” dari hasil evaluasi bersama Camat Fatuleu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















