Anehnya, ketika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas rapor merah tersebut, Wiliam terkesan melempar bola panas ke ranah kolektif.
“Seperti yang ibu camat sampaikan, yang bertanggung jawab bersama-sama. Karena kehadiran kita di sini juga diundang oleh ibu camat. Selaku pemerintah, karena masyarakat adalah penerima manfaat,” dalihnya.
Pernyataan ini dinilai rancu, mengingat SPPG merupakan unit pelayanan teknis yang memiliki struktur kepemimpinan dan manajerial yang jelas untuk bertanggung jawab secara langsung, bukan malah membiaskan tanggung jawab kepada pemerintah kecamatan atau masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, Wiliam juga bereaksi keras saat dikonfirmasi mengenai isu miring yang beredar di masyarakat terkait dugaan aktivitas karaoke dan konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan SPPG. Menggunakan taktik menyerang balik, ia menuding jurnalis melempar isu tanpa data.
“Kalau pak bilang informasi, kapan kejadiannya?. Siapa yang beri tahu miras-miras atau jangan sampai lempar isu,” tantangnya.
“Sebelum post beritanya kirim rilisnya ke saya untuk saya cek, saya baca sesuai atau tidak,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















