Kupang, ATN – Ironi pemenuhan energi nasional kembali mencoreng wilayah pelosok. Sudah dua pekan terakhir, roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, dipaksa lumpuh total.
Penyebabnya klasik namun fatal, SPBU nomor 56.851.27 di Desa Pantai Beringin berhenti beroperasi sama sekali tanpa alasan yang jelas.
Didepan pintu masuk SPBU yang dibatasi oleh rantai besi tertulis “Pertalite,Pertamax Kosong”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Absennya pelayanan publik yang vital ini memicu krisis bahan bakar minyak (BBM) yang mencekik. Berdasarkan pantauan langsung dan jeritan warga kepada awak media pada Kamis (11/06/2026), harga BBM jenis Pertalite dan Premium di tingkat eceran kini meroket tak terkendali, menyentuh angka fantastis Rp13.000 hingga Rp20.000 per liter.
Bukan sekadar perkara antrean panjang, mandeknya operasional SPBU Pantai Beringin ini adalah pukulan telak bagi urat nadi ekonomi Sulamu.
Mayoritas warga yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan dan petani kini dihadapkan pada pilihan pelik: berhenti melaut atau nekat membeli BBM eceran dengan harga selangit yang menguras seluruh isi kantong.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















