KUPANG, ATN – Suasana haru dan penuh emosi menyelimuti halaman Mako Polres Kupang pada Kamis (30/7/2026). Tangis haru pecah di tengah jalannya tradisi Pedang Pora, prosesi pelepasan mantan Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H.
Di hadapan barisan kehormatan, AKBP Rudy yang didampingi sang istri melangkah perlahan menyalami jajaran Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Kupang. Langkahnya terhenti sejenak di depan Wakapolres Kupang, Kompol Jeffris Fanggidae.
Dengan suara tersentak dan tenggorokan yang tertahan oleh luapan emosi, AKBP Rudy menatap erat sang Wakapolres lalu menguapkan satu kalimat singkat berbahasa Rote yang bergetar penuh makna: “Fali Leo!”
Pelukan hangat pun tak terelakkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah perwira dan pimpinan jajaran Polres Kupang tampak menitikkan air mata melepas sosok pemimpin yang telah bersama mereka selama hampir dua tahun tersebut.
AKBP Rudy Junus Jacob Ledo resmi mengakhiri masa tugasnya di Kabupaten Kupang untuk mengemban amanah baru sebagai Dir Tahti Polda NTT. Tongkat komando Kapolres Kupang kini dilanjutkan oleh AKBP Aditya Octorio Putra, S.I.K.
Makna Mendalam Ungkapan “Fali Leo”
Kalimat “Fali Leo” yang diucapkan AKBP Rudy bukan sekadar kata-kata perpisahan biasa. Ungkapan dalam bahasa adat suku Rote ini memiliki bobot filosofis dan ikatan emosional yang sangat dalam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















